Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

19 October 2016

Akhirnya LULUS SARJANA

Horeeee, akhirnya aku kembali menulis blog lagi ya setelah bertahun tahun lamanya. Maafkan :(
...karena sibuknya
...karena lemotnya internet
...karena gak ada waktu
...karena bla bla bla bla (banyak banget alasannya neng)
Hahahaha, intinya saya minta maaf ya dan semoga menulis blog akan menjadi salah satu yang diistiqomahkan. Amin. HIDUP MENULIS :D

Baiklah, hari ini aku akan menceritakan sedikit tentang kelulusanku. Bagaimana keseruan bersama teman teman dan apa yang saya lakukan sembari menanti kelulusan. Cekibrot !!!

(Late post  ..... Very very late post -_-)

Tepatnya pada bulan Maret 2015. Saya telah melaksanakan yudisium dan wisuda di kampus UNIVERSITAS NEGERI MALANG tercinta. Terimkasih untuk semua Dosen, Kawan dan semua Peran yang telah membantu proses berharga ini. Akhirnya selama 5 tahun, saya telah menyelesaikan tanggung jawab pendidikan strata 1 ini dengan baik dan menyandang gelar S.PD dan S.E (jadi molornya beralasan ya :P )

Terimakasih untuk teman teman Pendidikan yang menjadikanku kawan pertama saat menginjakan di tanah kampus. Persimpangan kerajinana antara yang high, middle and low nyata banget ya hahahaa. Tapi hal itu tidak membuat kita menjadi seperti kotak kotak yang sekatnya terlalu tinggi. I miss you :')







Terimakasih untuk teman teman Manajemen yang apa adanya, kocak, lamis, ruameeee. Kalian super star wes pokok e. Ada aja yang dibahas, mulai dari godain si adek tingkat, ngerasani dosen #upps , ngerasani adek adek tingkat, kabeh di rasani. Hahahaaa. Tengkiu guys, walaupun begitu terkadang obrolan kita berat tentang masa depan, bagaimana memahami orang, dll. Love you all :')











Naaah, sedikit cerita ya. Aku menyelesaikan skripsi Pendidikan di tahun 2013 dan skripsi di tahun 2015. Kata kerja "Menyelesaikan" disini berarti semua sudah jadi dalam artian skripsi sudah dijilid, sudah penjajakan, sudah tanda tangan, dan bla bla blanyaaa. Intinya sudah rampung dah ...

Alhamdulillah :)



Bagi kalian yang mungkin nanya. Gimana sih caranya Gelar Ganda ? Gelarnya bisa double gitu ?

=> Sebenarnya, Universitas Negeri Malang memiliki program Gelar Ganda atau bisa disebut dengan istilah Double Degree. Cara untuk mendapatkan Gelar Ganda di UM (Singkatan dari Universitas Negeri Malang) sangat mudah. Ketika kamu sudah masuk semester 7 atau 8, kamu bisa deh itu langsung daftar Program Gelar Ganda. Caranya dengan meminta form di Bagian Tata Usaha di masing - masing fakultas kamu. Kamu tanya aja bagaimana prosesnya, kalo seingat aku ada proses pembayarannya juga. Waktu itu sih aku kena kurang lebih Rp.500.000 tapi itu dulu gak tau ya sekarang hihiii ... Dengan mengikuti semua prosedur yang diarahkan, alhasil kamu sudah terprogram menjadi mahasiswa Gelar Ganda dan wajib mengambil mata kuliah sesuai major kamu. Kalo perpindahan dari Pendidikan ke Ekonomi, wajib ambil penjurusannya seperti Pemasaran, Sumber daya manusia, atau Keuangan.


01 January 2013

Semalam adalah "Habibie dan Ainun"

Sore hari itu aku hanya berharap, apa yang dilakukannya untuk menyenangkan aku di malam tahun baru ini. Apakah seperti tahun yang lalu, akhir tahun dimana aku hanya berdiam diri dirumah dan menghabiskan waktuku untuk menonton konser di layar kaca. Pantas aku berfikir demikian, karena latar belakangnya dia sama sekali tak suka aroma tahun baru. Aku mengerti, orang - orang bertumpah ruah di satu lokasi dan menimbulkan kemacetan sana - sini. Dia benci itu ... ! 

Bunyi sms pun berdering, ada seorang lelaki yang ingin mencoba menyenangkan aku hari itu. Pikirku, mungkin hanya sekedar jalan - jalan liat kembang api atau berkumpul bersama kawan - kawannya. Tapi tak apa, yang penting aku bisa merayakannya :)

Dia pun menjemputku satu jam lebih lambat dari waktu yang dijanjikan, hal ini lumrah karena malam tahun baru saat itu adalah malam yang terguyur hujan. Intinya HUJAN ... Dia menanyakan apa aku sudah makan atau belum, tanpa basa - basi dia mengajakku makan malam (18.30) . Tiba - tiba ia menyodorkan aku sebuah buku agenda kecilnya, dan aku disuruhnya membaca tulisan tangannya yang berceritakan tentang kebesaran cintanya padaku dan kebingungannya untuk mengajakku kemana tahun baru ini. Lembar pertama ... Lembar kedua ... Lembar ketiga ...

Ada tiket film "Habibie & Ainun"

Aku tersentak kaget antara tak percaya dan rasa kagum yang luar biasa pada pria ini. Tak biasa dia membuat kejutan seperti hari itu. Ketika aku bertanya, kenapa kau lakukan hal ini ? Dan kemana keromantisanmu dulu ? dengan tersenyum dia menjawab
Sebenarnya sisi romantis itu ada, namun sengaja aku sembunyikan. Karna aku menunggu seseorang yang layak menerima sisi ini dariku. Dan aku menemukannya, yaitu KAMU ...
Guratan senyum kecilku dan tetesan air mataku tak sanggup aku bendung. Bagi beberapa orang hal ini mungkin hal yang biasa dan memang menjadi kewajiban seorang laki - laki berkorban dan memberikan kejutan pada pasangannya. Tidak begitu dengan aku, dia bukan laki - laki yang biasa, sudah terlalu sering aku menyimpulkan sendiri bagaimana karakternya tapi memang beginilah. Ketika laki - laki mencintai wanita dengan jujur dan yakin, laki - laki akan melakukan apapun agar sekedar wanita itu tersenyum.

Tepat jam 20.00 sudah, kami telah menempati kursi yang kodenya tertulis di tiket. Film pun di putar. Sungguh indah film ini, sungguh mengagumkan sosok ainun itu. Dan tidak bermaksud menyamakan, sosok Habibie persis sekali dengan sosok priaku ini "Keras Kepala"  apalagi bila pandangannya tentang pendidikan atau tata cara hukum itu aku adu dengan opiniku (dia tak mau mengalah selagi menurutnya dia benar) namun tak sekeras kepala Habibie dan sosok Ainun persis sekali dengan aku "Lembut" , namun aku masih amat sangat jauh dari sosok "Ainun". 

Bagi yang belum nonton filmnya, berikut adalah trailernya :


27 December 2012

This is the Time ... I Changed




I have being patient for too long . I tired of being too strong .
I'm tired of a girl who always try to tear me down and everytime she manage to do so , there's no one beside me . wiping my own tears . alone . 

Actually, too much love around me. 
however, I can not reciprocate the love that is given by them. I'm too demanding them and I was too comfortable in my own zone. in fact I'm just a girl who was spoiled and troublesome

This is it , this is the time . Time for me to stand up strong , be a tough girl . Be a girl who can stand with her own two feets . strong . brave . 

No one can hurt me now . 

I CHANGED ! 

24 December 2012

Ketika Toleransi Diukur dari Ucapan "Selamat Natal"


NATAL akan segera tiba, di pusat perbelanjaan dan mal besar, atribut pohon cemara dan pernak-pernik berwarna merah, terlihat gamblang sana - sini. Agak memprihatinkan karena ada pula teman - teman muslim yang ikut menyemarakkan. Dalam ranah toleransi masyarakat urban modern, hal demikian lumrah adanya.

“Toh teman Kristiani juga tidak segan mengucapkan dan ikut menyemarakkan lebaran. Kenapa umat muslim perlu ragu untuk mengucapkan hal yang sama di hari raya kita?” Begitu barangkali suara dari teman Kristiani. Hal ini menyeret semuanya untuk berpikir adil dan tak adil, toleran dan tidak toleran.

Dalam dunia hiburan misalnya. Ketika grup vokal Warna dengan lima anggota itu menyanyikan lagu Islami untuk menyambut bulan Suci Ramadhan, dua anggota yang Kristiani juga ikut menyanyikan lagu muslim. Namun ketika menyambut Natal, tiga rekan muslim lain tidak ikut menyanyi. Dalam hal ini barangkali Nina CS (saat itu Warna belum bubar) mampu memberi pemahaman tentang bagaimana aturan Islam itu sendiri pada dua temannya yang nonmuslim.

Sementara untuk pengucapan selamat hari Lebaran itu sendiri, sudah mungkin tentu teman Kristiani tak ragu mengucapkannya. Toh setahu saya, aturan mereka ‘melarang ucapan selamat pada lain keyakinan, tidak ada’. Namun ada pula yang menggelitik hati dan sanubari yakni ketika Vj Daniel dan Miss Agnes yang kalau tidak salah membintangi iklan sepeda motor, tidak secara eksplisit mengucapkan selamat hari Raya Lebaran. Mungkin di sana, mereka sedang menunjukkan ‘keadilan’.

“Masa ngucapin selamat Natal aja mereka ogah, ngapain sih kita juga perlu ngucapin pas mereka lebaran?” Mungkin begitu pikiran beberapa teman Kristiani. Tenang, ini dugaan kok. Bicara beginian emang sensitif.

Kasus seperti ini kemudian menjadi sejenis ketegangan. Apalagi kalau dipahami beberapa ‘orang tertentu’. Misalnya pembaca muda yang alay. Ada pula yang bertegang-tegang ria karena lain agama, lain pula pemahaman. Dan kita sebagai muslim, harus bisa menjelaskan.
Yah, agak ‘berat’ kalau yang Kristiani ini meminta penjelasan detail. Sebab saya pribadi, memang harus kembali pustaka internet untuk ‘mengingat kembali’. Tapi ‘ajaran’ untuk tidak mengucapkan selamat hari raya kepada umat lain memang sudah familiar sejak saya masih bocah. Baik saat mengikuti pengajian, ceramah saat pesantren kilat, atau kutbah Jumat.

Meski demikian. banyak pula ulama yang berbeda pendapat. Mereka berkata, ucapan saja toh tidak akan membuat seseorang menjadi mualaf/murtad/keluar dari agama. Tapi sebagian besar meyakini bahwa mengucapkan berarti merayakan, ikut ‘bersenang-senang’ dengan hari raya orang lain.



29 November 2012

Percakapan - Keraguan Berjilbab :)

A : Aku nggak ingin berkerudung ! berkerudung itu kuno 

B : Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung


A : Tapi kan itu hal kecil, kenapa berkerudung harus dipermasalahin ?! 
B : Yang besar itu semua awalnya kecil yang diremehkan
A : Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! 
B : Trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik ?
A : Cewek berkerudung belum tentu baik
B : Betul, yang berkerudung aja belum tentu baik, apalagi yang...(isi sendiri)
A : Saya kemarin liat ada cewek berkerudung nyuri ! 
B : So what ? yang nggak berkerudung juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali
A : Artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik !
B : Yup, ciri hati yg baik adalah kerudungin kepala dan tutup aurat

A : Kalo berkerudung masih maksiat gimana ? dosa kan ?
B : Kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2
A : Berkerudung itu buat aku nggak bebas!
B : Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya ?
A : Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! 
B : Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah
A : Kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku !?
B : Banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok
A : Kalo calon suamiku gak suka gimana ? 
B : Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur ?
A : Susah cari kerja kalo pake kerudung !
B : Lalu membantah perintah Allah demi kerja ? emang yang kasih rizeki siapa sih ? bos atau Allah ?
A : Kenapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab ? 
B : Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh
A : Aku nggak mau diperbudak pakaian arab!
B : Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab

A : Kerudung jilbab cuma akal akalan lelaki menindas wanita 
B : Perasaan yang adain miss universe laki - laki deh, yg larang jilbab di prancis juga laki - laki
A : Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yg harus aku pake !
B : Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu
A : Kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean 
B : Jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja
A : Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab ?! | 
B : Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen...
A : Kerudung dan jilbab kan nggak gaul ?! 
B : Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah ?
A : Aku belum pengalaman pake jilbab! 
B : Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul
A : Aku belum siap pake kerudung
B : Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear
A : Mamaku bilang jangan terlalu fanatik ! 
B : Bilang ke mama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya
A : Aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju ! 
B : Bukankah itu perubahan baik ?
A : Itu kan nggak wajib dalam Islam !? 
B : Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat ?
A : Kasih aku waktu supaya aku yakin berkerudung dulu 
B : Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh !

28 November 2012

Sahabat Liar, Begitu Sebutan Kita ...

"Tampan dan Santun"

Begitu caraku menilaimu pertama kali ... 


Pagi hingga siang aku disuguhi oleh pemandangan kawan - kawan baru yang berasal dari berbagai "kawasan" . Tatanan wajah yang berbeda - beda yang tak pernah aku temui sebelumnya. Sampai pada akhirnya, aku memandangimu dengan senyuman seraya aku berkata dalam hati "Sepertinya, Kamu Anak Baik".

Dengan perbedaan agama yang jelas - jelas nyata, kita saling menghargai dan berusaha masuk dalam dunia masing - masing. Tanpa sengaja kita saling menemukan jati diri kita walaupun hanya dimulai dengan senyuman singkat.

Caraku menilaimu terlalalu jauh, kawan ! Dan pada saatnya kau mulai membuka dirimu di depan bola mataku dan melebarkan telingaku untuk mendengar setiap keluh kesahmu. Tak ada perubahan pada penilaian awalku tentangmu dan ternyata memang "Kamu Anak Baik"

Cerita demi cerita kita lontarkan dengan semangat, kau mendengarkan setiap kata demi kata yang aku adukan padamu dan kau mendengarkannya dengan bijaksana, begitupun aku. Kita saling cocok, saling memahami, dan kita sama - sama akui itu tetapi anehnya kita sama sekali tak ada sedikitpun perasaan cinta dan berusaha saling memiliki satu sama lain. 



Ini Aneh ... Namun Nyata ..
Sebenarnya tak ada yang aneh dalam berkawan, tetapi ketampananmu itu nyata. Aku yakin, semua wanita di luar sana ingin menggantikan posisiku sebagai kawanmu. Diantara persahabatan kita aku mendapatkan satu hal yang mengagumkan. Kita sama - sama berkomitmen untuk menjadi sahabat selamanya dengan segala kekurangan dan kelebihan tanpa memandang kita tlah ada yang memiliki.

Persahabatan yang begitu nyata dan dalam ini sungguh tak akan kulupakan, sampai kapanpun dan apapun keadaannya. Sebegitu dekat kita sehingga kita menjuluki hubungan ini dengan sebutan "SAHABAT LIAR"

Begitu Liar kita saling memahami, begitu liar kita saling mensuport, begitu liar persahabatan ini hingga akupun tak tahu bagaimana cara memisahkannya. Seliar - liarnya kita, batasan itu tetap akan selalu ada dan menjadi pagar bagi kita mengingat perlindungan dari pendampingku dan pendampingmu yang sulit memahami arti persahabatan kita.

Dalam doa ku aku selalu selipkan namamu agar kau selalu bahagia. Kita selalu bahagia dan tak kan saling melupakan. Tetap berimajinasi liar dan tetap rekat.

For You
Sahabat Liarku :)

26 November 2012

Rupanya, Kita Tak Saling Satu (Part I)

Ini bukan pertama kalinya, aku meneteskan air mata akibat kesepian. Sudah beberapa bulan ini, suasana kamar kosku tidak senyaman dulu lagi. Entah mengapa sosokmu selalu berada di sana, di depan kosku, berdiam dengan seluruh cintamu yang tak bisa kau utarakan. Ini bukan hal yang baru bagiku, duduk berjam - jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu. Kekosongan dan kehampaan sudah berganti - ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan. Karena jika aku terbawa emosi, aku bisa mati iseng sendiri.

Tentu saja, kamu tak merasakan apa yang aku rasakan. Karena pada kenyataannya kau memiliki segudang kesibukan yang tak aku miliki disini. Aku hanya bisa terlilit oleh kerinduan yang tanpa sengaja kamu ciptakan sendiri. Jarak kita tidak terlalu jauh bila disimak dan diukur, jarak kita tidak terlalu bermasalah bila kamu memiliki rasa cinta yang berlebihan seperti aku. Aku tenggelam dalam kekalutanku sendiri, sayangnya kamu tidak merasakan hal ini. Salahkah aku bila terlalu mencintaimu ? Salahkah aku bila aku menuntun kehidupanmu ke arah yang lebih baik ?

A : Sekilas saja aku pandang foto kita berdua yang tersenyum itu, apa senyum itu masih ada? Terutama di saat seperti ini ? Kau sibuk. Aku mendengar suara yang sama, namun aku merasa ada sesuatu yang berbeda, kau nampak asal-asalan menanggapiku. Kau lelah ? Bagaimana aku ?
B : Aku bukan tak menganggapmu, tapi mengertilah lebih lagi tentang kita, aku sibuk demi kita yang berisikan aku dan kamu.
A : Sibuk ? Tak ada waktu sedikitpun ? Hanya sekedar sebentar saja untuk membuatku lebih tenang dari biasa. Aku tak menuntut semua waktumu.
B : Kau memang tak menuntut semua waktuku, tapi pekalah terhadap apa yang aku lakukan di sini, sudah waktunya dewasa untuk mengerti.
A : Dewasa? Diam dan tak banyak mengeluh? Itu maksudmu? Jauh-jauh saja dari ponselmu. Tak apa, aku kuat kan katamu. Peka dan perhatikan rinduku. Tak ada waktu untuk itu?
B : Dewasa yang ada dalam benakmu itu terlalu sulit untuk dilakukan, hanya ada pada setelah kita membaik. Dan peka yang ada pada dirimu adalah hal yang menyulitkan dirimu, sulit untuk mengatakannya, kamu masih terlalu childish. ah.
A : Tapi sepertinya tak ada aku melihatmu berusaha untuk memperbaiki segalanya. Kau justru menambah kesibukanmu terus dan terus. Kekanakan ? Salah jika aku rindu ?
B : Aku tak menyalahkan rindumu, aku tak menyalahkan siapa-siapa, buat kita semakin membaik, jangan rindumu yang mempersulit kita.
A : Lalu buat aku merasa bahwa kau juga berusaha dan tak membiarkanku seakan aku berusaha sendirian, dulu kau sempat, sekarang? Ah
B : Jangan semakin memperburuk keadaan, kita sudah jauh. jangan buat kita semakin jauh untuk mengenal kita. kita sedang berusaha.
A : Ingatkah kamu, saat kau mengejar cintaku ? Seakan - akan kau membuat duniaku layaknya surga. Kau selalu mengikuti kegiatanku setiap harinya. Kau selalu mengingatkanku bila aku terlupa sedikit saja tentang waktu makanku, waktu sholatku, waktu mandiku. Dan sekarang apa ??? 

B : Aku ingat tentang semua perlakuanku padamu. Namun jujur, itu bukan aku yang sebenarnya. Jangan ungkit masa lalu yang masanya telah berbeda. Cintaku tetap kuat padamu, aku tetap ingin bersamamu.

A : Apa ? Itu bukan kamu yang sebenarnya ? Kenapa kau harus memakai topeng untuk menarik perasaanku. Dan apa maksudmu dengan masa yang berbeda ? Apa karna dulu kau nganggur oleh karena itu kamu mengejarku, dan sekarang kamu sibuk sehingga kamu bertingkah seperti ini ? Tolong kau semakin menyiksaku ???

B : Aku tak pernah memakai topeng, hanya saja kau tidak pernah merasakan bagaimana aku mencintaimu di sela kesibukanku. Satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak seegois dirimu yang tiba - tiba memutuskan hubungan kita hanya karena rindumu terlalu mendalam
A : Jadi sekarang kau salahkan aku lagi ? Aku hanya minta perhatian darimu seperti dulu lagi. Aku tahu masa ini berbeda. Tapi tidak bisakah kau tetap mencintaiku sebesar dulu lagi ? Aku yakin prosentase cintamu ke aku tidak sebesar dulu lagi. Iya kan ?

B : Memang
A : Berapa persen kamu cinta aku ?

B : Hanya 60 %
A : Begitu ? Lebih dari setengah hatimu milikku. Dengan prosentase seperti itu apakah aku masih bisa jadi motivasimu lagi ?

B : Kamu tetap menjadi motivasiku tapi maafkan aku apabila motivasiku tidak sekeras dulu lagi.
A : Baiklah kalau begitu, untuk apa aku tetap disisimu kalo kenyataannya seperti itu. Yang ada aku hanya sebagai bebanmu. Dan satu yang aku tahu, rasa rindu, cinta, yang menggebu - gebu dari dalam hatiku ini sudah tak bernilai di depanmu.



*bersambung*

31 October 2012

Terjajah Kerinduan Akibat Jarak (LDR)










Untuk menghargai rindu, terkadang ada beberapa waktu luang yang sering digunakan untuk mempermasalahkan hal-hal yang kecil, seperti childish-nya kita. mungkin, kita terlalu sering "ribut" saat waktu-waktu yang tidak tepat, saat kita memiliki waktu yang sedikit untuk menghubungi pacar, dan pacar sudah kalut akan kerinduannya, dan sering kita malah disalahkan karena tak pernah merindukannya. 




































A: Tapi kenapa kau selalu mendahulukan kesalmu? Aku tahu kau sibuk dan butuh waktu banyak, tapi bagaimana denganku? Kau mau aku tak ada? Jujur aku terluka, jujur aku menangis, tapi kau seperti tak mau tahu. Lalu kau tiba-tiba menyalahkanku? Aku harus apa? Kau membuatku enggan untuk berkata aku rindu, enggan untuk berkata aku butuh kamu. Kau tahu itu? Aku harus selalu mengalah? Aku lelah. Jujur aku lelah akan kesibukanmu yang mengubahmu.
B: Bukan tujuanku akan kesibukanku ini dan membuatmu mengalah, lain kali kalo kamu merindukanku, carilah kesibukan. Bukankah waktu yang ada di sela kesibukanku kuberi untukmu, aku mohon kau mengerti, aku sibuk dan aku pasti bagi untukmu. Janganlah kau pancing emosimu untuk merusak keadaan yang sudah rusak karena jarak.
A: Lalu? apa lagi kau salahkan aku terus, aku kurang peka, mengerti rindumu, aku terlalu sibuk. terus-menerus itu alasanmu.
B: Sudahlah, aku tak ingin kita ribut, aku ingin baik-baik saja. sekarang aku sudah ada, dan jangan pergunakan waktu luangku untuk berantem.
A: Terserah padamu, aku lelah. Jujur. 
A: Atas dasar apa kau menyuruhku sibuk untuk melupakan rinduku? Mana mungkin aku seperti itu? Aku tak sepertimu.
B: Kalau terserah aku, mana mungkin aku meladeni amarahmu ini yang sudah menjajahi rasa rindumu. Aku menyuruhmu sibuk, agar kau tau bagaimana merindu dalam diam, diam bukan berarti tak peduli ya. ingat!
A: Lalu aku harus apa? Harus sepertimu? Jauh dari ponsel? Jauh darimu? Kau bisa? Kau mau aku melakukannya? Baiklah. 
B: Kau harus apa? tak semestinya kau harus sepertiku, cowok kalo cuek memang bawaan, kalau aku peduli aku disangka protektif. Jadi, bukankah kau sudah memahami karakter yang ada padaku. memangnya aku kenal kamu kemarin? enggak kan. Yang harus kau lakukan adalah, bagaimana kau merindukanku, dan bagaimana kau bisa menahannya. sedewasa mungkin. titik.
A: Dewasa bagimu itu diam tak banyak bicara kan? Baiklah. Aku mengenalmu, tapi kau tak seperti yang ku kenal dulu. Berkacalah dan apakah kau bangga bertengkar sesering ini? Sana, aku butuh waktu. Kau senang kan bersama mereka? Kau nampak single, kau senang seperti itu?
B: Aku sudah berkaca, beberapa kali pada diriku sendiri, aku sama seperti dulu. cuma keadaan memang berbeda... Kau tau aku dulu? dulu, mungkin aku tak sesibuk sekarang. dulu, aku masih pelajar sekarang aku kuliah, kerja. kau pahami. Pahami aku, aku kerja. aku ngumupulin uang, suatu saat jika uang itu terkumpul aku menemuimu. coba fikirkan. untuk apa aku sibuk.
A: Seperti itu? Kau dulu bisa membagi waktumu dengan baik. Kenapa? Kau tak suka aku butuh kamu? Kau tak suka jika hanya kau yang bisa tenangkan aku? Kenapa selalu menyalahkanku balik? Kenapa selalu menyudutkanku? Apa sebenarnya yang kau inginkan? Membuatku merasa bersalah? Jahat.
B: Apa? aku jahat? kalau aku jahat, aku sudah di tahanan sayang, berteman dengan tersangka koruptor itu. ah kamu becanda.
A: Aku juga memiliki kesabaran yang terbatas. Tapi entah kau selalu menyalahgunakannya, dan enteng karena aku mudah memaafkan. Aku tak selalu menyudutkanmu, aku hanya ingin, jika waktu luang yang aku punya kita gunakan dengan baik2, seromantis dulu. Aku tak bercanda. Aku lelah. Aku tak mengerti harus berbuat apa lagi.
B: Dan coba fikirkan, untuk apa kau marah-marah, dan kalah oleh rindumu itu. untuk membuat hubungan kita semakin buruk?
A: Dan coba kembali berfikir, kenapa kau selalu menganggap enteng setiap masalah yang hadir?
B: Aku tak selalu menganggap masalah itu enteng, bukan aku diam. tapi aku selalu dihadapi masalah yang itu-itu aja. pahamkan?
A: Itu-itu saja? Dan aku tak berhak lelah? Katamu.
B: Tak seharusnya kau lelah untukku. aku mau kamu, kamu yang dulu. dan dulu, sebegitu harmonisnya kita menerima keadaan kita, dalam hal keadaan yang jelas sama saja seperti sekarang, hanya saja perasaan yang membuat kita semakin berbeda; karena terlalu sayang, terlalu takut kehilangan, dan kau takut aku yang jauh ini berpalingkan? sama sekali aku tak ingin berpaling. dan sekarang kalau aku tetap dan sama saja seperti dulu. jangan ombang-ambingkan kita, hingga menyulitkan kita untuk bertahan. Aku mau, kita seharmonis dulu. Oke, ingat. untuk saat ini, waktu yang aku punya untuk menghubungimu kali ini, kita gunakan untuk berdebat yang tak penting seperti ini. PER - CU - MA .  

TIPS !!


"Dear girls: sudahkah kau gunakan waktu luangnya untuk mengharmoniskan keadaan, dan tak menuntut semua waktu yang dia punya untukmu saja, seegoiskah dirimu?"

"And dear boys: Sudahkah kau semaksimal mungkin menenangkannya saat dia sudah mulai kalut akan kerinduannya terhadapmu? mengertilah. jangan diam, karena diam sama saja kau memberi kesempatan dia untuk merindukan sosok kamu yang dulu kepada orang lain."


sumber : http://myldrstory.blogspot.com/2012/10/aku-mengerti-kamu.html 

20 October 2012

Akhirnya Aku Mati Rasa

Semenjak dirimu serta tekadmu memutuskan bahwa komunikasi tak selancar dulu lagi, dari situlah aku merasa janggal. Dan pada akhirnya aku mati rasa ...

Kuawali dengan rasa tegap melangkah menuju janji - janji manismu yang pandai kau rangkai saat kita mengalami masa pendekatan yang terbilang cukup lama. Awalnya aku yakin kau adalah orang yang terbaik karena kau selalu membuat ketegasan di setiap keputusan dan alasan yang paling mendasar atas kenyamanan kita adalah Komunikasi kita tak pernah putus ...

Tahun pertama kita jalani hubungan dengan langkah yang pasti, karakter serta watakmu muncul beriringan memaksaku untuk memahamimu. Ternyata kau tak semanis saat masa pendekatan dulu. Apakah memang seperti itu laki - laki ? Dia akan berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan dengan berbagai cara (salah satunya menebar janji) setelah ia dapat, ia akan "menyia nyiakan" apa yang dia perjuangkan sebelumnya. Wanita ini mencoba memahamimu dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan S.A.B.A.R

Tahun kedua kau semakin tidak meng"ada"kan aku dalam kehidupanmu, seakan akan diri ini hanya pemanis yang kau gunakan setiap kau mengalami kepahitan dalam masalahmu. Ketika kau bahagia, kau tertawa lepas di belakangku dengan kawan - kawanmu. Apa itu yang namanya cinta ? Mentang - mentang kau sudah sibuk dan menjadi orang yang "WAAH" sedangkan aku bukan siapa - siapa dihadapanmu kecuali pemanis. 

Batas sabar ini sudah terlampau batas ketika kau sudah berminggu - minggu tidak menghubungi aku. Aku sadari komunikasi kita tersendat setelah kau mempunyai kesibukan yang lain dan kemungkinan aku hanya secuwil menempel di pikiran dan hatimu. Jujur setelah kejadian ini, aku benar - benar muak tapi aku sekali lagi mencoba untuk SABAR...

Rasa cinta ini sudah tidak menggebu seperti dulu lagi saat kau mulai tidak meng"ada"kan aku. Hati ini sudah mulai mati rasa. Kita hanya memiliki status, tapi nyatanya hidupku tak seindah status yang aku sandang.

Hal ini beralasan ketika aku membuka handphone mu , banyak nama "perempuan" yang tampak rajin absen di inboxmu. Tapi aku tak sedikitpun penasaran dengan inboxmu, yang lebih mendongkrak rasa ingin tahuku adalah sent itemmu. Aku menemukan kata "YANK" disana.

Sungguh, hatiku hancur.. Singkat cerita semua perjuanganku sia - sia. Perjuangan sabarku percuma selama 2 tahun lebih ini. 4 kata yang membuat hidupku berantakan. 
Sudah .. Sudah !!! Sudah cukup aku sabar selama ini
Kau memohon untuk kembali lagi padaku dengan segala perjuanganmu, awalnya aku mengiyakan untuk kita kembali merajut cinta ini. Seiring berjalannya waktu, ternyata aku tlah mati rasa akan luka yang kau torehkan berkali kali. Tak ada secercah rasa sayang dan cintaku seperti dulu padamu. Setiap aku memejamkan mata, kau tak ada dalam bayangku sedikitpun. Maafkan aku bila aku mengambil keputusan yang besar ini. Tapi sungguh hati ini tlah mati rasa tanpa rasa sedikitpun .

18 October 2012

Menjelaskan Kesepian

Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, karena separuh yang ada dalam diriku sudah berada dalammu .. yang pergi, entah kapan kembali

Waktu berjalan dengan cepat, merangkak yang kita kira lambat ternyata bergerak seakan tanpa jerat. Semua telah berlalu begitu juga aku, begitu juga kamu dan begitu juga kita. Bahkan waktu telah menghapus KITA yang pernah merasa tak berbeda, waktu telah memutar balikkan segala yang pernah indah. Aku menjalani, kamu meyakini, namun pada akhirnya waktu juga yang akan menentukan akhir cerita ini. Kamu dan aku tidak kuasa akan hak untuk menebak.

Kau bilang, tak ada yang terlalu berbeda, tak ada yang terasa begitu menyakitkan. Tapi siapa yang tahu hati yang terdalam ? Mulut bisa berkata dan meyakinkan diri sendiri tetapi bagaimana dengan hati ini ? Jujur, bila aku punya hak berbicara. Hal ini semakin membuatku terasa asing dan berbeda. Ketika hari - hari yang kulewati seperti tebakan yang jawabannya selalu membuatku hilang arah dan meninggikan rasa penasaran. Hati ini selalu bertanya dan berkata 
Apakah kau masih peduli dengan aku ?
Apakah kau masih berharap aku akan mencintaimu kembali ?

Kepastian membuatku bungkam, sehingga aku kehilangan rasa untuk mencari dan terus mencari. Itulah sebabnya setelah tak ada lagi kamu di sini. Kosong 
Harapanku terlalu jauh untuk mengubah semuanya seperti dulu, saat waktu yang kita jalani adalah kebahagiaan kita seutuhnya, saat masih ada kamu dalam barisan hariku.

Perpisahan seperti mendorongku pada realita yang selama ini kutakutkan. Kehilangan mempersatukan aku pada air mata yang jatuh tanpa sebab. Aku sulit memahami kenyataan bahwa kamu tak lagi ada dalam semestaku, aku semakin tidak bisa menerima keadaan yang semakin menyudutkanku. Semua kenangan berganti melewati otakku, bagai film yang tak pernah mau berhenti tayang. Dan, aku baru sadar ternyata kita dulu begitu manis, begitu mengagumkan dan begitu sulit dilupakan.

Ada yang kurang, ada yang tak lengkap. Aku terbiasa pada kehadiranmu, dan ketika menjalani detik tanpamu, yang kurasa hanya bayang - bayang yang saling bekejaran, saling menebar rasa ketakutan. Ada rasa takut tanpa sebab yang memaksaku untuk terus memikirkanmu. Ada kekuatan yang sulit aku jelaskan yang membawa pikiranku selalu mengkhawatirkanmu. Salahkah jika aku ingin penyatuan ? Salahkah aku jika aku benci perpisahan ?

Tak banyak yang ingin aku jelaskan, saat kesepian menghadangku setiap malam. Biasanya malam - malam begini ada suaramu, mengantarku sampai gerbang mimpi dan membiarkanku melewati rahasia hati ini. Kali ini, aku memikirkanmu tanpa henti. Semua sudah jelas, namun entah mengapa aku masih sulit memahami, kenapa harus kita yang alami ini ? Tak adakah yang lain ? Aku dan kamu bukan orang jahat namun kenapa kita selalu tersakiti ? Bukankah di luar sana masih banyak orang jahat ?

Jangan tanyakan padaku bila senyumku tidak lagi sama seperti dahulu. Jangan salahkan aku bila pelangi dalam duniaku hanya tersedia warna hitam dan putih. Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, karena separuh yang ada dalam diriku sudah berada dalammu .. yang pergi, entah kapan kembali.

untuk yang merasa,
Aku merindukanmu, kita yang dulu

20 September 2012

Hey ini Sungguh Menyiksa, Bung !

"Kenapa tidak kau bunuh saja aku disini daripada kau melakukan hal ini kepadaku !!  Hey ini sungguh menyiksa bung !" teriak batinku

Langkah kakiku mantap untuk melangkah ke dalam ruangan sambil membayangkan langkahmu mengikuti perlahan. 
Detik demi detik berlalu dan setiap menit aku menghitung waktu dan setiap detik itu pula isi otakku hanya berisi harap - harap cemas yang tak pasti "Apakah kau datang atau tidak ?" . Sungguh, ini sederhana bagimu. Tapi pertemuan ini sungguh luar biasa bagiku ...

Hening ....

Akhirnya kau datang tanpa senyuman yang biasanya tergurat di bibirmu dan yang kau sapa saat itu hanyalah kawan - kawanmu sedangkan aku ? Aku hanya bisa tersenyum manis walaupun kau sama sekali tidak meng-ada-kan aku. 

Kenapa mereka yang kau sapa ? Kenapa mereka yang kau berikan senyum ?

Jangankan untuk menatap, mencoba untuk sekedar mendengarkan suaraku saja kau sudah tidak berselera. Apakah sekejam itukah aku dihadapanmu ? Sehingga aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk bergurau denganmu walau hanya satu kata saja.

Detik - detik jam kerja pun telah menuju usai, aku menyiapkan uang yang aku selipkan di dalam jas ku. Hal ini aku lakukan karena aku menyiapkan diri bila aku tidak kau tawari aku pulang bersama. Dan pada akhirnya ...
"Kamu bareng aku atau enggak ?"
"Oke, aku tunggu di depan ya :) " 
Bahagianya aku !!! Akhirnya aku sedikit dipedulikan olehnya :')
Kenapa dihadapan mereka kau tak menyapaku ? apakah kau terlihat buruk jika kau bersamaku ? 
Ketika kita sampai di suatu tempat bersama denganmu, kau menyuruhku menunggu lama hanya sekedar menyingkat waktu dan kerepotanmu agar tidak bolak balik mengantarku.
Tetap ... Tetap kamu tidak meng-ada-kan ku kembali, padahal bila kau dengar komentar temanmu untuk kau menghampiriku. Bahkan kau pura - pura tidak mendengar seakan kau tidak peduli hidup wanita yang sesungguhnya sangat menyayangimu ini.

Beberapa playlist lagu galau aku putar untuk mengusir keheningan di antara kita, dan ketika aku mengajakmu berbicara dan berharap perhatianmu. Kau malah menjawab acuh dan congkak.
Tanpa sadar aku menangis dan dadaku sesak... sesak sekali...
"Kenapa tidak kau bunuh saja aku disini daripada kau melakukan hal ini kepadaku !!  Hey ini sungguh menyiksa bung !" teriak batinku

Jangankan untuk bertanya kenapa aku menangis, peduli saja kau tidak sama sekali !!
Sehina itukah aku dimatamu ?

Aku berlagak untuk melupakan kejadian menyakitkan itu yang aku buat sendiri, yang aku susun sendiri. Dan niatku untuk meninggalkan hanyalah omong besar. Nyatanya ! aku tetap mengharapkanmu meskipun itu menyakitkan untukku.


for love,
Amelindha Vania

19 September 2012

Kau Telah Berubah ...

"Awalnya aku mencoba menghidarimu, tapi rasa nyamanku tidak bisa memunafikkan hatiku. Bahwa rasa sayangku padamu terlalu dalam" - Amelindha Vania


Aku terbangun dari tidur panjangku selama 6 jam lebih. Mengawali hariku dengan mengajak Allah berbicara, mengatakan pada Allah bahwa aku sangat bersyukur bisa mencintaimu walaupun dengan kenyataan yang sama kamu mencoba menghindariku dan secara tak sadar kau menyakitiku.

Dengan mata terbangun seadanya, aku menatap ponselku dan berharap ada pesan darimu walaupun sekedar basa - basi mengucapkan selamat pagi, sayangnya keinginanku yang terlalu muluk itu tak pernah terjadi tepatnya 3 minggu yang lalu ketika kamu bertekad kuat untuk meninggalkanku dengan segala ketidakberdayaanku. Entah hari ini sudah hari keberapa, hari saat - saat kau tak pernah menyadari dan percaya bahwa aku juga sangat mencintaimu.

Aku terdiam menatap langit - langit kamarku sambil mengingat pesan - pesan singkatmu yang tidak seperti biasanya. Pesan - pesan yang mengatakan bahwa kau sudah bosan padaku, pesan - pesan yang selalu diakhiri emoticon senyum dan tertawa walaupun isi pesan itu sangat menyakitkan. Tahukah kamu ? aku sangat kebingungan akan maksud pesanmu. "Iya, aku sudah mulai bosan :D" . Sebegitu polosnya dirimu mengatakan hal itu sedangkan aku disini meneteskan air mata luka. Saat itu kau mematahkan harapanku tanpa ampun apalagi ketika kau juga bersikeras mencuci otakku agar aku tak lagi memikirkanmu. Do you know ? I can't do that


KAU TELAH BERUBAH ... Menangis sekencang apapun, tidak akan merubahmu. Kata - katamu sudah tak semanis dulu lagi, sikapmu tidak sepeduli dulu lagi, bahkan senyummu tidak setulus dulu lagi.
Kamu hebat, kamu menghukumku dengan cara yang tepat. Sederhana tetapi menyakitkan. 
Mungkin, senyum dan sapaku kamu akan dengan tegas memalingkan muka ke arah yang lebih kau sukai. Padahal aku selalu berharap, kamu bisa menatapku lekat dan melihat cinta di dalamku


Esok, kita akan bertemu lagi. Menatap dan menyapamu seperti biasa layaknya kawan biasa. Tapi usahamu tidak akan melunturkanku untuk berhenti menyayangimu. Aku tetap mencintaimu seperti kau mulai mencintaiku. Aku akan selalu memberikan harapan padamu walaupun kamu sudah tidak membutuhkannya lagi karena pada Awalnya aku mencoba menghidarimu, tapi rasa nyamanku tidak bisa memunafikkan hatiku. Bahwa rasa sayangku padamu terlalu dalam





untuk kamu yang merasa :)
Amelindha Vania

17 September 2012

Kenapa Aku Cemburu ?

*nada sms berbunyi*
Ada satu pesan yang muncul di balik layar handphoneku. Teman akrab laki - laki yang sudah ku anggap (saat itu) seperti saudaraku sendiri. Di samping ia memiliki usia yang lebih muda dariku, tingkah lakunya unik layaknya seorang anak kecil yang selalu ingin tersenyum dan tertawa bahagia menghibur kawan - kawannya walaupun terkadang dia tidak berpikir bahwa gurauannya itu menjadi malapetaka baginya ketika beberapa kawan tersinggung dengan candaanya.

Aku anggap itu hal biasa, sifat yang unik yang selalu membuatku tertawa terpingkal - pingkal dan terkadang merasa kesal sendiri "Kenapa dia bilang kaya' gitu ? -_-" . Ada banyak anggapan tentang dia tapi pada intinya 
Dia ingin membuat semua orang bahagia .

Pesan tersebut berisikan pertanyaan kabar "lagi apa ?" "sudah makan?" "lagi dimana?"
Pertanyaan tersebut merupakan kesenangan tersendiri untukku karena sudah berlarut - larut oleh waktu, orang yang seharusnya menanyakan demikian malah mengacuhkanku dengan berbagai kesibukannya.
Rasa heran menghinggapi batinku "Mengapa dia seperhatian ini padaku ? padahal sebelumnya dia biasa saja" tanpa basa basi aku pun membalas SMS nya.
Tanpa sadar aku mulai terbiasa dengan nada sms yang aku dengar setiap hari dengan pengirim yang sama. Terkadang batinku berkata "Apa kamu menyukaiku?"
Hal itu terkuak ketika kami dengan kawan kawan bersama menuju salah satu tempat hiburan di salah satu kota di Jawa Timur. Hatiku berkecamuk ketika dia dirayu oleh kawanku yang tidak lain kawannya dia juga. 
Aku tahu itu adalah kebiasaan mereka menggodaimu, secara kamu adalah "penghibur" bagi kita. Tapi kenapa aku iri ketika kamu menggoda dia balik. Apa ada yang salah dengan sikapku ini ? 
Ketika hendak pulang dari tempat rekreasi tersebut, kawan - kawan menggodanya lagi dengan memintanya untuk berkenan memboncengnya. Seraya amarahku memuncak walaupun tidak tersirat rasa itu sedikitpun di wajahku.
Dengan cara berjalanku yang penuh dengan amarah dan kecemburuan aku pun menghampiri kawan laki - lakiku yang lain dan memintanya untuk memboncengku.
Pada suatu ketika, kawannya memberitahukanku bahwa orang yang selama ini menjadi obyek kecemburuanku menyukaiku dan mulai sayang padaku.
Aku tersentak .........  Aku kaget ............ Aku tak tahu harus bagaimana......
Aku selalu mengelak untuk bersanding dengannya tapi kenapa aku mengelak sedangkan aku selalu cemburu bila dia digoda oleh wanita lain.
Ada apa dengan perasaanku ini ?
Kenapa aku cemburu ?