Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

05 July 2014

Jelas ! Aku Tak Peduli

Aku tak peduli akan semua cemooh teman - temanku tentangmu. Mereka bilang kamu perokok, kasar, liar, perayu wanita, dan pemberi harapan palsu. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu dari segala sisi itu. Bagiku kau sempurna di mataku, kesempurnaan yang hanya bisa kubaca dan kurasa ketika kita bersama.

Aku tak peduli tentang penilaian orang - orang dan berkata bahwa kita tak akan mungkin bisa bersama. Aku hanya menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata "Biarkan kami yang menjalani. Hanya kami yang mengerti sejauh apa perasaan ini dan hanya kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". Dan, ketika aku menjawab seperti itu, mereka hanya menepuk pundakku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk di dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu, bersamamu kebahagiaan tak bisa ku jelaskan, kebahagian yang tak akan mereka pahami.

Aku tak peduli pada kedekatan kita yang semakin hari semakin tidak jelas ini. Kedekatan yang kian hari kian tak ku pahami. Aku tahu kau di sampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan saling menghilang meskipun saling menemukan. Aku tak tahu apa nama kesalahan ini. Hanya yang begitu jelas, aku hanyalah seorang wanita yang tak mengerti ini itu dan hanya tahu mencintaimu merupakan anugerah. Ketika pertama kali bertemu, kemudian menatap matamu, mengetahui namamu, dan berlanjut percakapan intens yang semakin hari semakin menegaskan. Iya ! aku nyaman bersamamu. Ketika semua awal yang sederhana dan manis itu di mulai, aku tahu semua akan berlanjut dan tak punya akhir yang pasti. Aku tahu, bahwa akhir semua ini pasti tidak semanis awal kita bertemu. Kita seakan berjalan dan berputar di tempat yang sama, kita berjalan beriringan tapi tak kunjung bertemu di ujung jalan.

Aku tak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit aku toleransi. Kamu yang selalu hilang ketika ku butuhkan, kamu menjawab semua pesan singkatku dengan jumlah karakter yang bisa dihitung dengan jemari, kamu yang kudengar telah dekat dengan seseorang, dan kamu yang seakan menganggap semua perkataanku hanyalah gombal semata.

Awalnya aku memang tak peduli pada perasaan, status, dan cemooh orang lain tentang hubungan kita. Perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin bersama. Aku menutup telinga dan tetap berusaha memelukmu dalam bayang - bayang, peluk hangat yang mungkin tak pernah kau rasakan secara nyata hingga sekarang.

Sayang, aku berusaha tak peduli pada persepsi mereka, pada datang dan pergimu pada rasa takut yang selama ini menghantuiku. Tapi, setiap kali ku menikmati wajahmu dari kejauhan, setiap kunikmati aroma tubuhmu, setiap kulihat wajahmu saat menghembuskan asap rokok, dan setiap ku dengar kabar bahwa kau sedang dekat dengan yang lain; rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada kedekatan kita yang telah terjalin selama ini.

Jelas ! Aku tak peduli. Namun, semakin aku tak peduli, aku semakin takut kehilangan kamu.

Dari pengagummu, yang paling egois - paling bodoh
karena dia hanya tahu ...
mencintai kamu

04 July 2014

Selamat Tertidur Lelap, Sarangheyo

Beberapa bulan mengenalmu sejauh ini, aku hanya bisa mengucapkan rasa syukur, walaupun pada akhirnya hubungan kita tidak seindah apa yang kita harapkan. Perubahanmu yang tanpa isyarat itu benar - benar membuatku seakan kehilangan udara. Aku yang sibuk mencari oksigen di tengah luapan asap rokok yang selalu kau semburkan semakin merusak paru - paruku. Namun aku tetap memilih tak jauh darimu

Bodoh kah aku ? Ah, pasti kau sudah mengerti. Mengerti bagaimana wanita ini yang teramat sangat menyayangimu dan tidak akan pernah memahami kebodohannya, aku hanya tahu bagaimana membuatmu bahagia walaupun harus mengorbankan apapun. Pengorbanan yang dinamakan cinta.

Di setiap lelapmu, sering kali diam - diam aku menggenggam tanganmu dan mendoakanmu hingga air mata ini tak terbendung lagi. Hanya karna ingin melihatmu teramat bahagia, wanita ini rela menyebut puluhan dan ratusan namamu di setiap doa panjangnya. Dan setiap tetesan air matanya mengisyaratkan bahwa kau penuh dengan makna.

Aku ini telah kau buat begitu gila, hingga aku tak tahu apakah sosokmu memang pantas diperjuangkan atau tidak, yang aku tahu hanya kau yang berarti untukku. Wanita penuh logika pasti tidak akan memiliki waktu untuk menanggapi semua ini. Sayangnya, menjadi perempuan yang tega berlogika dengan orang yang sangat ia cintai, bukanlah hal mudah.

Perasaan ini seperti letupan keras yang tidak bergema. Aku pernah ada, namun untuk selanjutnya aku tidak akan menjadi siapa siapa bagimu. Aku akan tenggelam diantara jutaan kawan dan kesibukan yang melingkarimu. Andai aku memiliki kuasa, aku tak kan pernah mau kau pergi meninggalkanku untuk sekejap saja.

Bukan aku ingin mengemis, sungguh kau tentu tahu. Aku perempuan yang takut untuk bicara, aku hanya bisa menumpahkan semua kekesalanku, kesakitanku, dan rasa bersalahku dalam sebuah tulisan. Aku tak tahu siapa yang salah dan aku tak ingin tahu apalagi menyalahkan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas perih yang aku rasakan ini

Aku tidak menyalahkanmu sama sekali, sampai sampai kau membuat kesalahan yang besar sekalipun . . . aku tidak akan pernah mau untuk menyalahkanmu. Karena aku yang memilih untuk menikmati waktu bersamamu, karena aku yang memilih untuk tidak menjauh darimu, dan karena aku yang menikmati setiap alunan suaramu hingga sentuhan hangatmu.

Tapi aku mencoba untuk tegar menghadapi semua ini, aku yang memilih menikmati pengorbanan ini, aku yang memilih untuk selalu mencarimu, aku yang memilih berdarah darah untukmu.

Selamat Pagi Sarangheyo, tidur lelapmu di pagi hari akan menjadi satu kenangan manis yang tidak bisa aku hilangkan begitu saja. Terimakasih untuk banyak hal yang tidak cukup hanya sekedar dihargai dengan kata terimakasih.  

Selamat tertidur lelap. Jika ingin pulang, pulanglah. Sayang ... kau butuh pelukan

"Sarangheyo"

31 May 2014

When I'm be With You ...

Tatapan matamu yang menenangkan
Senyumanmu yang menghangatkan
Suara indahmu yang membuat nyaman hati ini ....

Saat senyuman pertama yang kau ukir di bibir indahmu semakin membuat hatiku luluh lantak dan membuatku merasa betah disisimu.
Nada menggodamu yang membuatku semakin melayang, membuatku membayangkan harapan "Semoga ini akan menjadi Nyata"
Tetesan air matamu yang membuat aku merasakan kesedihanmu dan seakan aku tlah menyentuh dunia mu.

Detik - detik moment itu membuatku merasakan bagaimana rasanya sangat teramat bahagia walaupun hanya melihat dari kejauhan dari sudut pandang yang jauh dari hadapanmu

Seandainya kau tahu, bagaimana gambaran suasana hati ini
Walaupun tidak seromantis khayalanku yang tinggi, namun kedatanganmu telah membuat semuanya semakin kalut

Entah apa yang akan terjadi suatu saat nanti,,
Entah kau akan menggenggam tangan gadis lain yang lebih memikat hatimu
Entah kau akan berusaha melupakan kenangan manis kita
Atau Entah kau berusaha menarik semua memori bagian perjalanan kita lalu kau simpan rapat di sisi hatimu

Semua pikiran yang tidak menentu ini membuat aku semakin mengerti tentang kita.
KITA YANG TAK SATU

For you -  "You're Crazy and I'm out of My Mind"
by Amelindha Vania

20 July 2013

Call Me "Menik" Again (Part I)

Di pertengahan masa studiku yang jauh dari rumah, aku merasa sangat kesepian dan "sendiri". Hal itu hanya aku rasakan ketika aku di rumah. Ingat aku, yang tidak membuatku kesepian adalah ketika aku bernyanyi sekencang kencangnya di atas genteng dengan menatap awan tanpa mempedulikan orang sekitar yang lalu lalang di "bawah"ku. Konyol ...

Selain itu, ada hal yang paling membuatku tidak merasa menyesal adalah merasakan jatuh cinta pertama kali di sana, di kota angin yang penuh kesejukan dan kenangan manis. Cinta yang terlalu dalam pada seorang anak laki-laki yang awalnya tak kukenal namanya. Mata ini tidak berhenti menatap ketika pertama kali menginjakkan kaki di kelas. Dan otakku ini terus bertanya. "Siapa Dia ... ?"

Waktu pun berlalu dengan cepat, orang sekitar keburu menyadari apa yang aku rasakan padanya bukan perasaan biasa rupanya. Padahal aku berusaha menjaga tatapan ini untuk tidak menatap berlebihan padanya. Dengan adanya dia tahu, dia yang awalnya bertingkah manis kepadaku semakin tidak bereaksi ketika bersamaku.

Kami sering dijadikan kelompok bersama ketika mata pelajaran seni, fisika dan lain-lain. Tapi yang membuatku berkesan adalah ketika kami harus menampilkan seni yang dimana aku mau tidak mau beradegan memegang tangannya dengan tujuan mencegah dia pergi. Di dalam pertunjukan, gerakan itu mengatakan bahwa "Janganlah kau pergi Nak, Bagaimana dengan Ibumu disini ?!" namun ketika aku menyentuh tangannya yang terucap dalam hatiku "Aku mohon !! Jangan menjauh dariku, aku tidak menuntutmu lebih. Kau pertegas perasaan ini sudah cukup bagiku"

Keesokan harinya, aku di rumah, kembali di dunia yang terkadang aku inginkan terkadang tidak. Hidup bersama nenek yang memberi kasih sayang namun kadang raga jiwa ini terkekang jauh dari orang tua. Aku berjalan menelusuri jalan dengan menggunakan celana tiga per empat serta menggunakan jaket kaos pink. Tibalah aku di Warung Pecel terenak ke dua (menurutku). Aku membeli pecel seperti biasa, bayar seperti biasa, dan menyabrang seperti biasa. Tiba-tiba suara motor yang ugal-ugalan itu hampir menabrakku sempat hati ini kesal, dan ketika aku menoleh ada suara kecil muncul "Hallo... Menik ! Ngapain kamu ? Ayo aku anter pulang" . Waaaaaaah !!! itu dia, dia yang selalu ku puja hatinya. Aku cuma terdiam terpaku dan ... "Ya Allah, ini kamu to ? A.. A.. Akuu ..." mendadak ada suara jauh disana "Oeee, ciee ngapain kalian disitu ?" suara salah satu teman yang tidak diharapkan kedatangannya muncul. Dan secara mendadak pula pujaan hatiku kabur, mungkin dia malu kepergok berduaan secara tidak sengaja denganku.

Sesampainya di rumah aku senangnya bukan kepalang, girang dan gak berhenti tersenyum. Setelah aku meletakkan pecel yang sudah aku beli aku naik ke atas menuju kamar dan membuka jendela dengan menghirup sekuat-kuatnya udara "Subhanallah... kenapa tiba-tiba dia ada ya Allah ? Tolong jangan berikan harapan lagi Tuhan" . Aku memberanikan SMS dia, berusaha dengan nada biasa "Ngapain kamu tadi disana ?" berharap dia membalas mengingat kalo dia di sms jarang sekali membalas. Harap-harap cemas, tiba-tiba HPku getar "Aku tadi abis isi bensin, trus liat studio musik. Gak ngira ada kamu menik" .

Dia memanggilku menik ? Astagaaaaa!!! Apalagi ini ? Apa dia cuma manggil panggilan itu ke aku ya ? Keadaan ini semakin gak aku mengerti. Aku harus senang atau enggak ? Ya Allah lindungi dia, jangan sakiti dia Ya Allah :')

This is My First Love Story yang berawal dari kota asing, budaya yang asing, dan lingkungan yang asing. Seperti ini rasanya cinta ? Terimakasih Tuhan, setidaknya aku tahu bagaimana sakit dan bahagianya cinta itu seperti apa. Sekali lagi terimakasih :')


*bersambung*

04 June 2013

"Valentino" ku Tersayang

Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat siang semuanya, hari ini cukup panas tapi cuacanya labil sedikit sedikit panas sedikit sedikit berubah lagi jadi mendung. Aku pengen cerita, aku barusan aja pulang dari kampus UB nganterin adekku yang ngurusin sesuatu yang penting untuk diurus. Sepulangnya dari kampus, gaktau kenapa pengen banget foto foto sama si Ntino. Jadi karena dia hampirin aku, aku langsung angkat dan kita foto deh. Ini dia hasilnya ^_^

01 January 2013

Semalam adalah "Habibie dan Ainun"

Sore hari itu aku hanya berharap, apa yang dilakukannya untuk menyenangkan aku di malam tahun baru ini. Apakah seperti tahun yang lalu, akhir tahun dimana aku hanya berdiam diri dirumah dan menghabiskan waktuku untuk menonton konser di layar kaca. Pantas aku berfikir demikian, karena latar belakangnya dia sama sekali tak suka aroma tahun baru. Aku mengerti, orang - orang bertumpah ruah di satu lokasi dan menimbulkan kemacetan sana - sini. Dia benci itu ... ! 

Bunyi sms pun berdering, ada seorang lelaki yang ingin mencoba menyenangkan aku hari itu. Pikirku, mungkin hanya sekedar jalan - jalan liat kembang api atau berkumpul bersama kawan - kawannya. Tapi tak apa, yang penting aku bisa merayakannya :)

Dia pun menjemputku satu jam lebih lambat dari waktu yang dijanjikan, hal ini lumrah karena malam tahun baru saat itu adalah malam yang terguyur hujan. Intinya HUJAN ... Dia menanyakan apa aku sudah makan atau belum, tanpa basa - basi dia mengajakku makan malam (18.30) . Tiba - tiba ia menyodorkan aku sebuah buku agenda kecilnya, dan aku disuruhnya membaca tulisan tangannya yang berceritakan tentang kebesaran cintanya padaku dan kebingungannya untuk mengajakku kemana tahun baru ini. Lembar pertama ... Lembar kedua ... Lembar ketiga ...

Ada tiket film "Habibie & Ainun"

Aku tersentak kaget antara tak percaya dan rasa kagum yang luar biasa pada pria ini. Tak biasa dia membuat kejutan seperti hari itu. Ketika aku bertanya, kenapa kau lakukan hal ini ? Dan kemana keromantisanmu dulu ? dengan tersenyum dia menjawab
Sebenarnya sisi romantis itu ada, namun sengaja aku sembunyikan. Karna aku menunggu seseorang yang layak menerima sisi ini dariku. Dan aku menemukannya, yaitu KAMU ...
Guratan senyum kecilku dan tetesan air mataku tak sanggup aku bendung. Bagi beberapa orang hal ini mungkin hal yang biasa dan memang menjadi kewajiban seorang laki - laki berkorban dan memberikan kejutan pada pasangannya. Tidak begitu dengan aku, dia bukan laki - laki yang biasa, sudah terlalu sering aku menyimpulkan sendiri bagaimana karakternya tapi memang beginilah. Ketika laki - laki mencintai wanita dengan jujur dan yakin, laki - laki akan melakukan apapun agar sekedar wanita itu tersenyum.

Tepat jam 20.00 sudah, kami telah menempati kursi yang kodenya tertulis di tiket. Film pun di putar. Sungguh indah film ini, sungguh mengagumkan sosok ainun itu. Dan tidak bermaksud menyamakan, sosok Habibie persis sekali dengan sosok priaku ini "Keras Kepala"  apalagi bila pandangannya tentang pendidikan atau tata cara hukum itu aku adu dengan opiniku (dia tak mau mengalah selagi menurutnya dia benar) namun tak sekeras kepala Habibie dan sosok Ainun persis sekali dengan aku "Lembut" , namun aku masih amat sangat jauh dari sosok "Ainun". 

Bagi yang belum nonton filmnya, berikut adalah trailernya :


27 December 2012

Rupanya,Kita Tak Saling Satu (Part II)

Sungguh terlalu kamu !
Akupun teriak dalam batinku, sudah kau koyakan hati ini hingga menjadi rapuh dan hancur. Masihkah kau perlu "penghargaan" dariku yang murni ini atas apa yang kau lakukan itu. 
Kamu  MUNAFIK ... !
Dari awal aku sudah menduga semua perlakuanmu kepadaku hanyalah pemanis yang kau buat agar aku nyaman bernaung satu tempat kerja denganmu. Entahlah, rasanya aku ingin keluar dari zona ini. Aku juga tak perlu berterimakasih atas kebaikanmu  justru aku berterimakasih atas kebusukanmu ini. Secara tak langsung kau membuka mataku bahwa seorang wanita mestilah berjaga - jaga menerima untaian kata manis dari seorang lelaki. Karna bagi mereka, masa pendekatan merupakan masa dimana mereka menggunakan topeng agar terlihat WOW di mata perempuan.

A : Baiklah kalau begitu, untuk apa aku tetap disisimu kalo kenyataannya seperti itu. Yang ada aku hanya sebagai bebanmu. Dan satu yang aku tahu, rasa rindu, cinta, yang menggebu - gebu dari dalam hatiku ini sudah tak bernilai di depanmu.
B : Itu statementmu, pernyataan dari yang kau simpulkan sendiri. Asal kau tahu, walaupun aku memulai dengan cara yang tak jujur dan terkesan munafik. Namun tak ada hasrat sedikitpun aku melukai perasaanmu. Aku ingin kamu bahagia, aku ingin kita bahagia sesuai harapan kita. Aku ingin kita menjadi pasangan sampurna. Aku memang tak sempurna sayang, tapi kau yang membuat kita sempurna. Sadarlah itu dari awal ....
A : Maafkan aku atas segala semua kekhilafanku yang tlah memilihmu. Seharusnya aku sadar memilihmu disaat aku berada di zona nyamanku (saat berada di dekatmu) itu adalah kesalahan. Karna mestinya aku sadar bahwa zona ini tidak berjalan lama. Begitu juga kisah kita, kisah ini terbimbing dari suatu keadaan dimana kita slalu bersama.
B : Lalu aku harus berbuat apa agar kau percaya bahwa cintaku ini nyata ? cintaku ini tulus padamu, bukan permainan yang bisa aku hentikan dan aku lanjutkan sesuka jidatku !!
A : Aku tahu ! aku tahu semua ini. Anggap saja ini semua bukan salahmu tapi salahku yang jarang mengerti keadaan dan situasimu. Aku hanya butuh perhatian dan kasih sayang darimu yang berlebih. Aku tak minta apapun. Aku pikir, kamu sudah memahamiku.
B : Kamu minta aku memahamimu saat aku juga butuh pengertian dan rasa sabarmu. Tolong jangan tinggalkan aku.
A : Semua perasaan yang berlebihan ini sudah berada di luar batas aku dan di luar kemampuan aku. Lebih baik kau mencari pendamping yang layak untukmu, yang bisa kamu harapkan dan kamu banggakan. Maaf lebih baik kita akhiri perjalanan ini, aku lelah.
B : Baiklah jika keinginanmu seperti itu, tapi apabila suatu saat nanti aku punya waktu longgar di luar kesibukanku entar 2 - 3 bulan kemudian. Bolehkah aku memasuki kehidupanmu lagi ?
A : Boleh, namun tak berlebih. Sosokmu hanya membuatku sakit hati. Seharusnya kau mengerti posisimu setelah semua ini berakhir.
B : Baiklah, semoga kita bisa saling bahagia dengan atau tanpa kita nanti bertemu. Dan aku harap, saat kita bertemu nanti kita sudah bisa mengendalikan perasaan kita masing - masing.
A : Tentu ! Aku berharap ada kebaikan yang lebih untukku setelah semua ini berakhir
B : Terimakasih atas semua, jangan lupakan cinta singkat kita ini.
A : Tak akan, dan tak akan pernah  ...


"Kita memiliki perbedaan yang sama sekali tak dapat disatukan, entah itu jarak yang terpisah atau kurangnya saling memahami. Namun satu yang membuatku bahagia, dengan pernah adanya kamu disisiku. Itu mengingatkanku bahwa kamu adalah kesalahan singkat terbodoh yang memiliki kesan manis dan pahit"



*END*
 

This is the Time ... I Changed




I have being patient for too long . I tired of being too strong .
I'm tired of a girl who always try to tear me down and everytime she manage to do so , there's no one beside me . wiping my own tears . alone . 

Actually, too much love around me. 
however, I can not reciprocate the love that is given by them. I'm too demanding them and I was too comfortable in my own zone. in fact I'm just a girl who was spoiled and troublesome

This is it , this is the time . Time for me to stand up strong , be a tough girl . Be a girl who can stand with her own two feets . strong . brave . 

No one can hurt me now . 

I CHANGED ! 

03 December 2012

Cover Lagu : Aku Tak Bisa - Andai Aku Bisa


Nyanyian tentang ke"bisa"an seseorang untuk saling melupakan dan saling mengikhlaskan :)
Check this !

"Aku Tak Bisa" - Flow  (Pengisi Suara : Penulis) 



if you couldn't play it . Try open this -> Click here

"Andai Aku Bisa" - Chrisye (Pengisi Suara : Penulis)



if you couldn't play it . Try open this -> Click here

Covered : Amelindha Vania

26 November 2012

Rupanya, Kita Tak Saling Satu (Part I)

Ini bukan pertama kalinya, aku meneteskan air mata akibat kesepian. Sudah beberapa bulan ini, suasana kamar kosku tidak senyaman dulu lagi. Entah mengapa sosokmu selalu berada di sana, di depan kosku, berdiam dengan seluruh cintamu yang tak bisa kau utarakan. Ini bukan hal yang baru bagiku, duduk berjam - jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu. Kekosongan dan kehampaan sudah berganti - ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan. Karena jika aku terbawa emosi, aku bisa mati iseng sendiri.

Tentu saja, kamu tak merasakan apa yang aku rasakan. Karena pada kenyataannya kau memiliki segudang kesibukan yang tak aku miliki disini. Aku hanya bisa terlilit oleh kerinduan yang tanpa sengaja kamu ciptakan sendiri. Jarak kita tidak terlalu jauh bila disimak dan diukur, jarak kita tidak terlalu bermasalah bila kamu memiliki rasa cinta yang berlebihan seperti aku. Aku tenggelam dalam kekalutanku sendiri, sayangnya kamu tidak merasakan hal ini. Salahkah aku bila terlalu mencintaimu ? Salahkah aku bila aku menuntun kehidupanmu ke arah yang lebih baik ?

A : Sekilas saja aku pandang foto kita berdua yang tersenyum itu, apa senyum itu masih ada? Terutama di saat seperti ini ? Kau sibuk. Aku mendengar suara yang sama, namun aku merasa ada sesuatu yang berbeda, kau nampak asal-asalan menanggapiku. Kau lelah ? Bagaimana aku ?
B : Aku bukan tak menganggapmu, tapi mengertilah lebih lagi tentang kita, aku sibuk demi kita yang berisikan aku dan kamu.
A : Sibuk ? Tak ada waktu sedikitpun ? Hanya sekedar sebentar saja untuk membuatku lebih tenang dari biasa. Aku tak menuntut semua waktumu.
B : Kau memang tak menuntut semua waktuku, tapi pekalah terhadap apa yang aku lakukan di sini, sudah waktunya dewasa untuk mengerti.
A : Dewasa? Diam dan tak banyak mengeluh? Itu maksudmu? Jauh-jauh saja dari ponselmu. Tak apa, aku kuat kan katamu. Peka dan perhatikan rinduku. Tak ada waktu untuk itu?
B : Dewasa yang ada dalam benakmu itu terlalu sulit untuk dilakukan, hanya ada pada setelah kita membaik. Dan peka yang ada pada dirimu adalah hal yang menyulitkan dirimu, sulit untuk mengatakannya, kamu masih terlalu childish. ah.
A : Tapi sepertinya tak ada aku melihatmu berusaha untuk memperbaiki segalanya. Kau justru menambah kesibukanmu terus dan terus. Kekanakan ? Salah jika aku rindu ?
B : Aku tak menyalahkan rindumu, aku tak menyalahkan siapa-siapa, buat kita semakin membaik, jangan rindumu yang mempersulit kita.
A : Lalu buat aku merasa bahwa kau juga berusaha dan tak membiarkanku seakan aku berusaha sendirian, dulu kau sempat, sekarang? Ah
B : Jangan semakin memperburuk keadaan, kita sudah jauh. jangan buat kita semakin jauh untuk mengenal kita. kita sedang berusaha.
A : Ingatkah kamu, saat kau mengejar cintaku ? Seakan - akan kau membuat duniaku layaknya surga. Kau selalu mengikuti kegiatanku setiap harinya. Kau selalu mengingatkanku bila aku terlupa sedikit saja tentang waktu makanku, waktu sholatku, waktu mandiku. Dan sekarang apa ??? 

B : Aku ingat tentang semua perlakuanku padamu. Namun jujur, itu bukan aku yang sebenarnya. Jangan ungkit masa lalu yang masanya telah berbeda. Cintaku tetap kuat padamu, aku tetap ingin bersamamu.

A : Apa ? Itu bukan kamu yang sebenarnya ? Kenapa kau harus memakai topeng untuk menarik perasaanku. Dan apa maksudmu dengan masa yang berbeda ? Apa karna dulu kau nganggur oleh karena itu kamu mengejarku, dan sekarang kamu sibuk sehingga kamu bertingkah seperti ini ? Tolong kau semakin menyiksaku ???

B : Aku tak pernah memakai topeng, hanya saja kau tidak pernah merasakan bagaimana aku mencintaimu di sela kesibukanku. Satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak seegois dirimu yang tiba - tiba memutuskan hubungan kita hanya karena rindumu terlalu mendalam
A : Jadi sekarang kau salahkan aku lagi ? Aku hanya minta perhatian darimu seperti dulu lagi. Aku tahu masa ini berbeda. Tapi tidak bisakah kau tetap mencintaiku sebesar dulu lagi ? Aku yakin prosentase cintamu ke aku tidak sebesar dulu lagi. Iya kan ?

B : Memang
A : Berapa persen kamu cinta aku ?

B : Hanya 60 %
A : Begitu ? Lebih dari setengah hatimu milikku. Dengan prosentase seperti itu apakah aku masih bisa jadi motivasimu lagi ?

B : Kamu tetap menjadi motivasiku tapi maafkan aku apabila motivasiku tidak sekeras dulu lagi.
A : Baiklah kalau begitu, untuk apa aku tetap disisimu kalo kenyataannya seperti itu. Yang ada aku hanya sebagai bebanmu. Dan satu yang aku tahu, rasa rindu, cinta, yang menggebu - gebu dari dalam hatiku ini sudah tak bernilai di depanmu.



*bersambung*

31 October 2012

Terjajah Kerinduan Akibat Jarak (LDR)










Untuk menghargai rindu, terkadang ada beberapa waktu luang yang sering digunakan untuk mempermasalahkan hal-hal yang kecil, seperti childish-nya kita. mungkin, kita terlalu sering "ribut" saat waktu-waktu yang tidak tepat, saat kita memiliki waktu yang sedikit untuk menghubungi pacar, dan pacar sudah kalut akan kerinduannya, dan sering kita malah disalahkan karena tak pernah merindukannya. 




































A: Tapi kenapa kau selalu mendahulukan kesalmu? Aku tahu kau sibuk dan butuh waktu banyak, tapi bagaimana denganku? Kau mau aku tak ada? Jujur aku terluka, jujur aku menangis, tapi kau seperti tak mau tahu. Lalu kau tiba-tiba menyalahkanku? Aku harus apa? Kau membuatku enggan untuk berkata aku rindu, enggan untuk berkata aku butuh kamu. Kau tahu itu? Aku harus selalu mengalah? Aku lelah. Jujur aku lelah akan kesibukanmu yang mengubahmu.
B: Bukan tujuanku akan kesibukanku ini dan membuatmu mengalah, lain kali kalo kamu merindukanku, carilah kesibukan. Bukankah waktu yang ada di sela kesibukanku kuberi untukmu, aku mohon kau mengerti, aku sibuk dan aku pasti bagi untukmu. Janganlah kau pancing emosimu untuk merusak keadaan yang sudah rusak karena jarak.
A: Lalu? apa lagi kau salahkan aku terus, aku kurang peka, mengerti rindumu, aku terlalu sibuk. terus-menerus itu alasanmu.
B: Sudahlah, aku tak ingin kita ribut, aku ingin baik-baik saja. sekarang aku sudah ada, dan jangan pergunakan waktu luangku untuk berantem.
A: Terserah padamu, aku lelah. Jujur. 
A: Atas dasar apa kau menyuruhku sibuk untuk melupakan rinduku? Mana mungkin aku seperti itu? Aku tak sepertimu.
B: Kalau terserah aku, mana mungkin aku meladeni amarahmu ini yang sudah menjajahi rasa rindumu. Aku menyuruhmu sibuk, agar kau tau bagaimana merindu dalam diam, diam bukan berarti tak peduli ya. ingat!
A: Lalu aku harus apa? Harus sepertimu? Jauh dari ponsel? Jauh darimu? Kau bisa? Kau mau aku melakukannya? Baiklah. 
B: Kau harus apa? tak semestinya kau harus sepertiku, cowok kalo cuek memang bawaan, kalau aku peduli aku disangka protektif. Jadi, bukankah kau sudah memahami karakter yang ada padaku. memangnya aku kenal kamu kemarin? enggak kan. Yang harus kau lakukan adalah, bagaimana kau merindukanku, dan bagaimana kau bisa menahannya. sedewasa mungkin. titik.
A: Dewasa bagimu itu diam tak banyak bicara kan? Baiklah. Aku mengenalmu, tapi kau tak seperti yang ku kenal dulu. Berkacalah dan apakah kau bangga bertengkar sesering ini? Sana, aku butuh waktu. Kau senang kan bersama mereka? Kau nampak single, kau senang seperti itu?
B: Aku sudah berkaca, beberapa kali pada diriku sendiri, aku sama seperti dulu. cuma keadaan memang berbeda... Kau tau aku dulu? dulu, mungkin aku tak sesibuk sekarang. dulu, aku masih pelajar sekarang aku kuliah, kerja. kau pahami. Pahami aku, aku kerja. aku ngumupulin uang, suatu saat jika uang itu terkumpul aku menemuimu. coba fikirkan. untuk apa aku sibuk.
A: Seperti itu? Kau dulu bisa membagi waktumu dengan baik. Kenapa? Kau tak suka aku butuh kamu? Kau tak suka jika hanya kau yang bisa tenangkan aku? Kenapa selalu menyalahkanku balik? Kenapa selalu menyudutkanku? Apa sebenarnya yang kau inginkan? Membuatku merasa bersalah? Jahat.
B: Apa? aku jahat? kalau aku jahat, aku sudah di tahanan sayang, berteman dengan tersangka koruptor itu. ah kamu becanda.
A: Aku juga memiliki kesabaran yang terbatas. Tapi entah kau selalu menyalahgunakannya, dan enteng karena aku mudah memaafkan. Aku tak selalu menyudutkanmu, aku hanya ingin, jika waktu luang yang aku punya kita gunakan dengan baik2, seromantis dulu. Aku tak bercanda. Aku lelah. Aku tak mengerti harus berbuat apa lagi.
B: Dan coba fikirkan, untuk apa kau marah-marah, dan kalah oleh rindumu itu. untuk membuat hubungan kita semakin buruk?
A: Dan coba kembali berfikir, kenapa kau selalu menganggap enteng setiap masalah yang hadir?
B: Aku tak selalu menganggap masalah itu enteng, bukan aku diam. tapi aku selalu dihadapi masalah yang itu-itu aja. pahamkan?
A: Itu-itu saja? Dan aku tak berhak lelah? Katamu.
B: Tak seharusnya kau lelah untukku. aku mau kamu, kamu yang dulu. dan dulu, sebegitu harmonisnya kita menerima keadaan kita, dalam hal keadaan yang jelas sama saja seperti sekarang, hanya saja perasaan yang membuat kita semakin berbeda; karena terlalu sayang, terlalu takut kehilangan, dan kau takut aku yang jauh ini berpalingkan? sama sekali aku tak ingin berpaling. dan sekarang kalau aku tetap dan sama saja seperti dulu. jangan ombang-ambingkan kita, hingga menyulitkan kita untuk bertahan. Aku mau, kita seharmonis dulu. Oke, ingat. untuk saat ini, waktu yang aku punya untuk menghubungimu kali ini, kita gunakan untuk berdebat yang tak penting seperti ini. PER - CU - MA .  

TIPS !!


"Dear girls: sudahkah kau gunakan waktu luangnya untuk mengharmoniskan keadaan, dan tak menuntut semua waktu yang dia punya untukmu saja, seegoiskah dirimu?"

"And dear boys: Sudahkah kau semaksimal mungkin menenangkannya saat dia sudah mulai kalut akan kerinduannya terhadapmu? mengertilah. jangan diam, karena diam sama saja kau memberi kesempatan dia untuk merindukan sosok kamu yang dulu kepada orang lain."


sumber : http://myldrstory.blogspot.com/2012/10/aku-mengerti-kamu.html 

30 October 2012

[Tips] Pacaran Jarak Jauh (LDR)






1Jujur

         Jujurlah pada kekasih anda apapun yang anda lakukan disaat tidak bersama cewek anda, jangan pernah anda berbohong, karena berbohong sangat tidak disenangi orang banyak apalagi yang dibohongi cewek anda sendiri.

2. Komunikasi
           Zaman sekarang semuanya sudah serba mudah. Walau beda benua banyak alternatif komunikasi yang bisa ditempuh. Selain telepon, dengan kecanggihan internet ngobrol lewat chatting bisa dilakukan. Mau kirim foto, sampai video semuanya serba mungkin. Apalagi biayanya juga jauh lebih murah. Dan sekarang ada Facebook dan Twitter. Semakin memudahkan ...

3.  Terbuka
         Terbukalah kepada kekasih anda dan jangan ada yang disembunyikan, karena dengan terbuka akan membuat hubungan anda dengan sang kekasih serasa tidak ada tembok penghalang.

4.  Percaya Dan Sabar
      Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. Anda bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan dan kecemburuan karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.

5.  Cemburu Buta
       Hindari yang satu ini jika anda ingin hubungan anda langgeng dan awet, karena cemburu merupakan sifat yang sangat tidak disukai oleh semua orang.

6.  Lelucon/Joke 
       Usahakan anda orang yang menyenangkan, apalagi disaat sedang ada pertengkaran, sikap lucu bisa meredam amarah sang pacar sebagi contoh anda bisa saja kirim foto anda berdua dengan gokil atau berkirim video seperti Youtube Keong Racun dan diisi Lagu Dangdut Koplo lucu.dll.

7.  Buat Kejutan
      Kejutan seringkali menjadi penyegar suatu hubungan. Untuk yang jarak jauh bisa memanfaatkan jasa pengiriman. Sesekali mengirim bunga bisa menjadi penawar rindu yang romantis. Jika memang ada waktu yang cukup untuk liburan kejutkan dia dengan datang ke kotanya.

8.  Prediksi Masa Depan
    Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin anda dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Jika memang sudah saatnya tak ada salahnya menguatkan komitmen. Setidaknya jangan menghindar jika membicarakan hal tersebut. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat anda dan pasangan tetap kuat. Setidaknya ada sesuatu yang diharapkan dan dituju.




sumber : http://riedho-cbs.blogspot.com/2012/08/tipspacaran-jarak-jauhlong-distance.html

29 October 2012

Makna Pengorbanan (Hari Raya Idul Adha)

Ketika seorang kawan tulus ikhlas menemani kawannya untuk berjuang keras meraih mimpi, menemani semua keluh kesahnya, menemani perjuangannya, mengusapi air mata dan ikut tertawa lepas bahagia. Hingga pelukan mendarat di tubuh ini melampiaskan kepuasan kebahagiannya, itu merupakan kepuasan sendiri . Bukan ?

Ketika orang lain menengadahkan tangan kepada kita, kemudian kita menciptakan obrolan kecil untuk sekedar tahu apa kebutuhannya. Kemudian kita hanya membantu sebisa kita hanya sekedar mengguratkan senyum di bibirnya. Berbagi kisah kesedihan dan rasa bersyukur. Itu merupakan kepuasan sendiri, bukan ?

Ketika kita melakukan apapun hanya untuk memunculkan senyum yang tulus pada bibir kedua orangtua. Hanya ingin menunjukkan bahwa kita adalah anak yang berhasil dan membuat bangga mereka. Mereka bahagia ketika kita bahagia. Itulah ketulusan yang paling tulus dari orang tua kita. Mendekap kita dengan penuh kebanggaan. Itu merupakan kepuasan sendiri, bukan ?

Ketika kita merelakan seseorang yang sangat kita cintai dan sayangi bahagia bersama orang lain dan tertawa bersamanya. Dan kita menghampirinya hanya sekedar ikut berbahagia bersama mereka serta memberikan doa - doa yang terbaik agar mereka menjadi pasangan yang langgeng. Senyum darinya yang walaupun tidak didapatkan saat bersama kita, tapi kita tetap melihat senyum kebahagiaannya . Itu merupakan kepuasan sendiri, bukan ?

Semua pengorbanan yang kita lakukan secara ikhlas merupakan wujud bahwa kebahagiaan itu sederhana. Tidak perlu kita menuntut orang lain membahagiakan kita dengan cara kita, cukup membuatnya menjadi dirinya sendiri dan memilih jalan kebahagiaannya sendiri. Dan kita memberikan mereka memberikan kesempatan. Setitik kebanggaan dari diri ini karena kita telah membuat orang lain bahagia...

"Berkorban bukan berarti kita merunduk tanda menunjukkan kita kalah, tapi dengan berkorban dengan hati yang tulus dan ikhlas, kepuasaan dalam hati ini insyaallah akan terpenuhi dan melahirkan kebahagiaan yang kekal dan abadi :D "


SELAMAT HARI RAYA "Qurban" IDUL ADHA 
10 Zulhijjah 1433 H
26 Oktober 2012


By : Amelindha Vania :)

20 October 2012

Akhirnya Aku Mati Rasa

Semenjak dirimu serta tekadmu memutuskan bahwa komunikasi tak selancar dulu lagi, dari situlah aku merasa janggal. Dan pada akhirnya aku mati rasa ...

Kuawali dengan rasa tegap melangkah menuju janji - janji manismu yang pandai kau rangkai saat kita mengalami masa pendekatan yang terbilang cukup lama. Awalnya aku yakin kau adalah orang yang terbaik karena kau selalu membuat ketegasan di setiap keputusan dan alasan yang paling mendasar atas kenyamanan kita adalah Komunikasi kita tak pernah putus ...

Tahun pertama kita jalani hubungan dengan langkah yang pasti, karakter serta watakmu muncul beriringan memaksaku untuk memahamimu. Ternyata kau tak semanis saat masa pendekatan dulu. Apakah memang seperti itu laki - laki ? Dia akan berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan dengan berbagai cara (salah satunya menebar janji) setelah ia dapat, ia akan "menyia nyiakan" apa yang dia perjuangkan sebelumnya. Wanita ini mencoba memahamimu dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan S.A.B.A.R

Tahun kedua kau semakin tidak meng"ada"kan aku dalam kehidupanmu, seakan akan diri ini hanya pemanis yang kau gunakan setiap kau mengalami kepahitan dalam masalahmu. Ketika kau bahagia, kau tertawa lepas di belakangku dengan kawan - kawanmu. Apa itu yang namanya cinta ? Mentang - mentang kau sudah sibuk dan menjadi orang yang "WAAH" sedangkan aku bukan siapa - siapa dihadapanmu kecuali pemanis. 

Batas sabar ini sudah terlampau batas ketika kau sudah berminggu - minggu tidak menghubungi aku. Aku sadari komunikasi kita tersendat setelah kau mempunyai kesibukan yang lain dan kemungkinan aku hanya secuwil menempel di pikiran dan hatimu. Jujur setelah kejadian ini, aku benar - benar muak tapi aku sekali lagi mencoba untuk SABAR...

Rasa cinta ini sudah tidak menggebu seperti dulu lagi saat kau mulai tidak meng"ada"kan aku. Hati ini sudah mulai mati rasa. Kita hanya memiliki status, tapi nyatanya hidupku tak seindah status yang aku sandang.

Hal ini beralasan ketika aku membuka handphone mu , banyak nama "perempuan" yang tampak rajin absen di inboxmu. Tapi aku tak sedikitpun penasaran dengan inboxmu, yang lebih mendongkrak rasa ingin tahuku adalah sent itemmu. Aku menemukan kata "YANK" disana.

Sungguh, hatiku hancur.. Singkat cerita semua perjuanganku sia - sia. Perjuangan sabarku percuma selama 2 tahun lebih ini. 4 kata yang membuat hidupku berantakan. 
Sudah .. Sudah !!! Sudah cukup aku sabar selama ini
Kau memohon untuk kembali lagi padaku dengan segala perjuanganmu, awalnya aku mengiyakan untuk kita kembali merajut cinta ini. Seiring berjalannya waktu, ternyata aku tlah mati rasa akan luka yang kau torehkan berkali kali. Tak ada secercah rasa sayang dan cintaku seperti dulu padamu. Setiap aku memejamkan mata, kau tak ada dalam bayangku sedikitpun. Maafkan aku bila aku mengambil keputusan yang besar ini. Tapi sungguh hati ini tlah mati rasa tanpa rasa sedikitpun .

18 October 2012

Menjelaskan Kesepian

Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, karena separuh yang ada dalam diriku sudah berada dalammu .. yang pergi, entah kapan kembali

Waktu berjalan dengan cepat, merangkak yang kita kira lambat ternyata bergerak seakan tanpa jerat. Semua telah berlalu begitu juga aku, begitu juga kamu dan begitu juga kita. Bahkan waktu telah menghapus KITA yang pernah merasa tak berbeda, waktu telah memutar balikkan segala yang pernah indah. Aku menjalani, kamu meyakini, namun pada akhirnya waktu juga yang akan menentukan akhir cerita ini. Kamu dan aku tidak kuasa akan hak untuk menebak.

Kau bilang, tak ada yang terlalu berbeda, tak ada yang terasa begitu menyakitkan. Tapi siapa yang tahu hati yang terdalam ? Mulut bisa berkata dan meyakinkan diri sendiri tetapi bagaimana dengan hati ini ? Jujur, bila aku punya hak berbicara. Hal ini semakin membuatku terasa asing dan berbeda. Ketika hari - hari yang kulewati seperti tebakan yang jawabannya selalu membuatku hilang arah dan meninggikan rasa penasaran. Hati ini selalu bertanya dan berkata 
Apakah kau masih peduli dengan aku ?
Apakah kau masih berharap aku akan mencintaimu kembali ?

Kepastian membuatku bungkam, sehingga aku kehilangan rasa untuk mencari dan terus mencari. Itulah sebabnya setelah tak ada lagi kamu di sini. Kosong 
Harapanku terlalu jauh untuk mengubah semuanya seperti dulu, saat waktu yang kita jalani adalah kebahagiaan kita seutuhnya, saat masih ada kamu dalam barisan hariku.

Perpisahan seperti mendorongku pada realita yang selama ini kutakutkan. Kehilangan mempersatukan aku pada air mata yang jatuh tanpa sebab. Aku sulit memahami kenyataan bahwa kamu tak lagi ada dalam semestaku, aku semakin tidak bisa menerima keadaan yang semakin menyudutkanku. Semua kenangan berganti melewati otakku, bagai film yang tak pernah mau berhenti tayang. Dan, aku baru sadar ternyata kita dulu begitu manis, begitu mengagumkan dan begitu sulit dilupakan.

Ada yang kurang, ada yang tak lengkap. Aku terbiasa pada kehadiranmu, dan ketika menjalani detik tanpamu, yang kurasa hanya bayang - bayang yang saling bekejaran, saling menebar rasa ketakutan. Ada rasa takut tanpa sebab yang memaksaku untuk terus memikirkanmu. Ada kekuatan yang sulit aku jelaskan yang membawa pikiranku selalu mengkhawatirkanmu. Salahkah jika aku ingin penyatuan ? Salahkah aku jika aku benci perpisahan ?

Tak banyak yang ingin aku jelaskan, saat kesepian menghadangku setiap malam. Biasanya malam - malam begini ada suaramu, mengantarku sampai gerbang mimpi dan membiarkanku melewati rahasia hati ini. Kali ini, aku memikirkanmu tanpa henti. Semua sudah jelas, namun entah mengapa aku masih sulit memahami, kenapa harus kita yang alami ini ? Tak adakah yang lain ? Aku dan kamu bukan orang jahat namun kenapa kita selalu tersakiti ? Bukankah di luar sana masih banyak orang jahat ?

Jangan tanyakan padaku bila senyumku tidak lagi sama seperti dahulu. Jangan salahkan aku bila pelangi dalam duniaku hanya tersedia warna hitam dan putih. Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, karena separuh yang ada dalam diriku sudah berada dalammu .. yang pergi, entah kapan kembali.

untuk yang merasa,
Aku merindukanmu, kita yang dulu

02 October 2012

Someday I Will Be Good Enough OST Crazy Little Thing Called Love (My Feeling)


Aku tidak tahu berapa lama aku telah menempatkanmu
Aku telah menyembunyikan segalanya di hatiku
Setiap kali kita bertemu
Setiap kali kita bertatapan
Kupikir aku tidak berbeda
Tahukah kau berapa lama aku telah melawan diriku?
Tidak dapatkah kau dengar hatiku menyebut namamu, mencintaimu?
Tapi aku tidak bisa menunjukan hatiku pada setiap orang
Tidak dapatkah kau dengar hatiku menunggumu?
Menunggumu merasakannya
Aku berharap kau akan menyadarinya suatu hari nanti
Berpikir aku mencintaimu, berpikir aku merasakan cintamu
Namun jauh di dalam diriku, aku tidak bisa mengatakannya padamu
Aku berharap bahwa kau akan menyadari wanita ini masih mencintaimu
Berharap, suatu hari, kamu akan mengetahuinya…