Showing posts with label fakta. Show all posts
Showing posts with label fakta. Show all posts

05 July 2014

Jelas ! Aku Tak Peduli

Aku tak peduli akan semua cemooh teman - temanku tentangmu. Mereka bilang kamu perokok, kasar, liar, perayu wanita, dan pemberi harapan palsu. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu dari segala sisi itu. Bagiku kau sempurna di mataku, kesempurnaan yang hanya bisa kubaca dan kurasa ketika kita bersama.

Aku tak peduli tentang penilaian orang - orang dan berkata bahwa kita tak akan mungkin bisa bersama. Aku hanya menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata "Biarkan kami yang menjalani. Hanya kami yang mengerti sejauh apa perasaan ini dan hanya kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". Dan, ketika aku menjawab seperti itu, mereka hanya menepuk pundakku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk di dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu, bersamamu kebahagiaan tak bisa ku jelaskan, kebahagian yang tak akan mereka pahami.

Aku tak peduli pada kedekatan kita yang semakin hari semakin tidak jelas ini. Kedekatan yang kian hari kian tak ku pahami. Aku tahu kau di sampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan saling menghilang meskipun saling menemukan. Aku tak tahu apa nama kesalahan ini. Hanya yang begitu jelas, aku hanyalah seorang wanita yang tak mengerti ini itu dan hanya tahu mencintaimu merupakan anugerah. Ketika pertama kali bertemu, kemudian menatap matamu, mengetahui namamu, dan berlanjut percakapan intens yang semakin hari semakin menegaskan. Iya ! aku nyaman bersamamu. Ketika semua awal yang sederhana dan manis itu di mulai, aku tahu semua akan berlanjut dan tak punya akhir yang pasti. Aku tahu, bahwa akhir semua ini pasti tidak semanis awal kita bertemu. Kita seakan berjalan dan berputar di tempat yang sama, kita berjalan beriringan tapi tak kunjung bertemu di ujung jalan.

Aku tak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit aku toleransi. Kamu yang selalu hilang ketika ku butuhkan, kamu menjawab semua pesan singkatku dengan jumlah karakter yang bisa dihitung dengan jemari, kamu yang kudengar telah dekat dengan seseorang, dan kamu yang seakan menganggap semua perkataanku hanyalah gombal semata.

Awalnya aku memang tak peduli pada perasaan, status, dan cemooh orang lain tentang hubungan kita. Perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin bersama. Aku menutup telinga dan tetap berusaha memelukmu dalam bayang - bayang, peluk hangat yang mungkin tak pernah kau rasakan secara nyata hingga sekarang.

Sayang, aku berusaha tak peduli pada persepsi mereka, pada datang dan pergimu pada rasa takut yang selama ini menghantuiku. Tapi, setiap kali ku menikmati wajahmu dari kejauhan, setiap kunikmati aroma tubuhmu, setiap kulihat wajahmu saat menghembuskan asap rokok, dan setiap ku dengar kabar bahwa kau sedang dekat dengan yang lain; rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada kedekatan kita yang telah terjalin selama ini.

Jelas ! Aku tak peduli. Namun, semakin aku tak peduli, aku semakin takut kehilangan kamu.

Dari pengagummu, yang paling egois - paling bodoh
karena dia hanya tahu ...
mencintai kamu

04 July 2014

Selamat Tertidur Lelap, Sarangheyo

Beberapa bulan mengenalmu sejauh ini, aku hanya bisa mengucapkan rasa syukur, walaupun pada akhirnya hubungan kita tidak seindah apa yang kita harapkan. Perubahanmu yang tanpa isyarat itu benar - benar membuatku seakan kehilangan udara. Aku yang sibuk mencari oksigen di tengah luapan asap rokok yang selalu kau semburkan semakin merusak paru - paruku. Namun aku tetap memilih tak jauh darimu

Bodoh kah aku ? Ah, pasti kau sudah mengerti. Mengerti bagaimana wanita ini yang teramat sangat menyayangimu dan tidak akan pernah memahami kebodohannya, aku hanya tahu bagaimana membuatmu bahagia walaupun harus mengorbankan apapun. Pengorbanan yang dinamakan cinta.

Di setiap lelapmu, sering kali diam - diam aku menggenggam tanganmu dan mendoakanmu hingga air mata ini tak terbendung lagi. Hanya karna ingin melihatmu teramat bahagia, wanita ini rela menyebut puluhan dan ratusan namamu di setiap doa panjangnya. Dan setiap tetesan air matanya mengisyaratkan bahwa kau penuh dengan makna.

Aku ini telah kau buat begitu gila, hingga aku tak tahu apakah sosokmu memang pantas diperjuangkan atau tidak, yang aku tahu hanya kau yang berarti untukku. Wanita penuh logika pasti tidak akan memiliki waktu untuk menanggapi semua ini. Sayangnya, menjadi perempuan yang tega berlogika dengan orang yang sangat ia cintai, bukanlah hal mudah.

Perasaan ini seperti letupan keras yang tidak bergema. Aku pernah ada, namun untuk selanjutnya aku tidak akan menjadi siapa siapa bagimu. Aku akan tenggelam diantara jutaan kawan dan kesibukan yang melingkarimu. Andai aku memiliki kuasa, aku tak kan pernah mau kau pergi meninggalkanku untuk sekejap saja.

Bukan aku ingin mengemis, sungguh kau tentu tahu. Aku perempuan yang takut untuk bicara, aku hanya bisa menumpahkan semua kekesalanku, kesakitanku, dan rasa bersalahku dalam sebuah tulisan. Aku tak tahu siapa yang salah dan aku tak ingin tahu apalagi menyalahkan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas perih yang aku rasakan ini

Aku tidak menyalahkanmu sama sekali, sampai sampai kau membuat kesalahan yang besar sekalipun . . . aku tidak akan pernah mau untuk menyalahkanmu. Karena aku yang memilih untuk menikmati waktu bersamamu, karena aku yang memilih untuk tidak menjauh darimu, dan karena aku yang menikmati setiap alunan suaramu hingga sentuhan hangatmu.

Tapi aku mencoba untuk tegar menghadapi semua ini, aku yang memilih menikmati pengorbanan ini, aku yang memilih untuk selalu mencarimu, aku yang memilih berdarah darah untukmu.

Selamat Pagi Sarangheyo, tidur lelapmu di pagi hari akan menjadi satu kenangan manis yang tidak bisa aku hilangkan begitu saja. Terimakasih untuk banyak hal yang tidak cukup hanya sekedar dihargai dengan kata terimakasih.  

Selamat tertidur lelap. Jika ingin pulang, pulanglah. Sayang ... kau butuh pelukan

"Sarangheyo"

31 May 2014

When I'm be With You ...

Tatapan matamu yang menenangkan
Senyumanmu yang menghangatkan
Suara indahmu yang membuat nyaman hati ini ....

Saat senyuman pertama yang kau ukir di bibir indahmu semakin membuat hatiku luluh lantak dan membuatku merasa betah disisimu.
Nada menggodamu yang membuatku semakin melayang, membuatku membayangkan harapan "Semoga ini akan menjadi Nyata"
Tetesan air matamu yang membuat aku merasakan kesedihanmu dan seakan aku tlah menyentuh dunia mu.

Detik - detik moment itu membuatku merasakan bagaimana rasanya sangat teramat bahagia walaupun hanya melihat dari kejauhan dari sudut pandang yang jauh dari hadapanmu

Seandainya kau tahu, bagaimana gambaran suasana hati ini
Walaupun tidak seromantis khayalanku yang tinggi, namun kedatanganmu telah membuat semuanya semakin kalut

Entah apa yang akan terjadi suatu saat nanti,,
Entah kau akan menggenggam tangan gadis lain yang lebih memikat hatimu
Entah kau akan berusaha melupakan kenangan manis kita
Atau Entah kau berusaha menarik semua memori bagian perjalanan kita lalu kau simpan rapat di sisi hatimu

Semua pikiran yang tidak menentu ini membuat aku semakin mengerti tentang kita.
KITA YANG TAK SATU

For you -  "You're Crazy and I'm out of My Mind"
by Amelindha Vania

09 January 2014

Alhamdulillah, goes to My Passion


Assalamualaikum sahabat bloger tercinta :)
Saat – saat nilai bermunculan pada setiap mata kuliah pun tiba, kira kira apa hasilnya memuaskan ya semester kemaren ?
Coba positive thinking aja lah, semua yang dilakukan dengan kerja keras dan diterima otak dengan baik pasti bisa menghasilkan yang baik juga. Samalah yaa, kalo diibaratkan “kalo ingin punya pasangan yang baik, maka kita juga harus baik”. Hihiiii ... apa juga hubungannya -_-
Akhirnya hari yang ditunggu tiba, semua nilai mata kuliah satu per satu bermunculan (munculnya lambat, mungkin sekitar 1 minggu lebih). Dan hasilnyaa... Alhamdulillah ya Allah, nilaiku cukup memuaskan. Terimakasih ya Allah nikmatMu sungguh luar biasa :’) Kalo dibongkar bongkar sama semester kemaren ini deh yang terbagus dan hurufnya juga bagus walaupun ada minusnya hehe ^_^



Hal paling yang membuatku bahagia lahir batin ada melihat guratan senyuman dari mami dan papiku tersayang, ya Allah ternyata memang bener kalo kita bisa membuat bahagia orang lain kita akan jauh jauuuuh lebih bahagia. Percuma juga kalo sudah dapetin nilai bagus, banyak uang tapi gak ada orang yang bisa bangga dengan hasil kerja keras kita :) karena itu semua untuk mereka ;) 

Foto ortuku pas mereka mengucap janji setia dan duduk berbahagia di pelaminan 

Semester ini aku berencana untuk ambil 5 matakuliah + skripsi + ngejalani bisnis. Semoga bisa deh manajemen waktu,usaha dan pikirannya. Dan segera selesai juga gelar gandaku, biar cepet cepet wisuda *cukup 5 th saja kuliahnya nti lanjut lagi sekolah* Mudahkanlah segala urusanku ya Allah :’) dan bahagiakan orang orang disekitarku yang menyayangiku karenaMu :)
Amiiin ya Rabb ...

20 July 2013

Call Me "Menik" Again (Part I)

Di pertengahan masa studiku yang jauh dari rumah, aku merasa sangat kesepian dan "sendiri". Hal itu hanya aku rasakan ketika aku di rumah. Ingat aku, yang tidak membuatku kesepian adalah ketika aku bernyanyi sekencang kencangnya di atas genteng dengan menatap awan tanpa mempedulikan orang sekitar yang lalu lalang di "bawah"ku. Konyol ...

Selain itu, ada hal yang paling membuatku tidak merasa menyesal adalah merasakan jatuh cinta pertama kali di sana, di kota angin yang penuh kesejukan dan kenangan manis. Cinta yang terlalu dalam pada seorang anak laki-laki yang awalnya tak kukenal namanya. Mata ini tidak berhenti menatap ketika pertama kali menginjakkan kaki di kelas. Dan otakku ini terus bertanya. "Siapa Dia ... ?"

Waktu pun berlalu dengan cepat, orang sekitar keburu menyadari apa yang aku rasakan padanya bukan perasaan biasa rupanya. Padahal aku berusaha menjaga tatapan ini untuk tidak menatap berlebihan padanya. Dengan adanya dia tahu, dia yang awalnya bertingkah manis kepadaku semakin tidak bereaksi ketika bersamaku.

Kami sering dijadikan kelompok bersama ketika mata pelajaran seni, fisika dan lain-lain. Tapi yang membuatku berkesan adalah ketika kami harus menampilkan seni yang dimana aku mau tidak mau beradegan memegang tangannya dengan tujuan mencegah dia pergi. Di dalam pertunjukan, gerakan itu mengatakan bahwa "Janganlah kau pergi Nak, Bagaimana dengan Ibumu disini ?!" namun ketika aku menyentuh tangannya yang terucap dalam hatiku "Aku mohon !! Jangan menjauh dariku, aku tidak menuntutmu lebih. Kau pertegas perasaan ini sudah cukup bagiku"

Keesokan harinya, aku di rumah, kembali di dunia yang terkadang aku inginkan terkadang tidak. Hidup bersama nenek yang memberi kasih sayang namun kadang raga jiwa ini terkekang jauh dari orang tua. Aku berjalan menelusuri jalan dengan menggunakan celana tiga per empat serta menggunakan jaket kaos pink. Tibalah aku di Warung Pecel terenak ke dua (menurutku). Aku membeli pecel seperti biasa, bayar seperti biasa, dan menyabrang seperti biasa. Tiba-tiba suara motor yang ugal-ugalan itu hampir menabrakku sempat hati ini kesal, dan ketika aku menoleh ada suara kecil muncul "Hallo... Menik ! Ngapain kamu ? Ayo aku anter pulang" . Waaaaaaah !!! itu dia, dia yang selalu ku puja hatinya. Aku cuma terdiam terpaku dan ... "Ya Allah, ini kamu to ? A.. A.. Akuu ..." mendadak ada suara jauh disana "Oeee, ciee ngapain kalian disitu ?" suara salah satu teman yang tidak diharapkan kedatangannya muncul. Dan secara mendadak pula pujaan hatiku kabur, mungkin dia malu kepergok berduaan secara tidak sengaja denganku.

Sesampainya di rumah aku senangnya bukan kepalang, girang dan gak berhenti tersenyum. Setelah aku meletakkan pecel yang sudah aku beli aku naik ke atas menuju kamar dan membuka jendela dengan menghirup sekuat-kuatnya udara "Subhanallah... kenapa tiba-tiba dia ada ya Allah ? Tolong jangan berikan harapan lagi Tuhan" . Aku memberanikan SMS dia, berusaha dengan nada biasa "Ngapain kamu tadi disana ?" berharap dia membalas mengingat kalo dia di sms jarang sekali membalas. Harap-harap cemas, tiba-tiba HPku getar "Aku tadi abis isi bensin, trus liat studio musik. Gak ngira ada kamu menik" .

Dia memanggilku menik ? Astagaaaaa!!! Apalagi ini ? Apa dia cuma manggil panggilan itu ke aku ya ? Keadaan ini semakin gak aku mengerti. Aku harus senang atau enggak ? Ya Allah lindungi dia, jangan sakiti dia Ya Allah :')

This is My First Love Story yang berawal dari kota asing, budaya yang asing, dan lingkungan yang asing. Seperti ini rasanya cinta ? Terimakasih Tuhan, setidaknya aku tahu bagaimana sakit dan bahagianya cinta itu seperti apa. Sekali lagi terimakasih :')


*bersambung*

15 June 2013

Sinetron Indonesia [Saat Ini] Semakin Tidak Bermakna

Semakin kesini, sadar atau tidak kita sudah dikelilingi dengan tontonan yang mayoritas tidak layak terutama sinetron. Sekalipun banyak yang mencemooh sinetron Indonesia namun buktinya masih banyak pula yang menyaksikannya. Hal tersebut terbukti dari rating sinetron Indonesia yang masih tinggi. Namun tahukah Anda jika sinetron Indonesia dinilai sebagai sebuah pembodohan masyarakat ?

Cerita-cerita sinetron yang selalu hadir tiap hari di televisi kita, sangat tidak mendidik. Pihak TV lokal sepertinya lalai dengan tanggung jawab dan tak peduli dengan dampaknya yang sangat tidak mendidik itu, kecuali mengejar rating. Rumah-rumah produksi (production house) sepertinya hanya mampu menciptakan film/sinetron yang diadopsi/menjiplak dari luar, menyusul tingginya rating suatu sinetron. Tayangan sinetron di televisi kita semakin tidak bernilai, kecuali hiburan murahan. Seharusnya mereka kreatif membuat sinetron yang ada aspek edukasi dan mengedepankan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Yang paling gak habis pikir, kenapa sering banget sinetron kemaren itu bertemakan "Anak yang Ditukar" . Trus dilanjut sama sinetron yang bertema "Penyiksaan" dengan action perebutan harta dan yang paling terbaru dan agak aneh sinetron yang "Khayal" banget ada Transformer Transformeran + Tendangan sepak bola yang ditendang dari sisi mana aja tiba tiba masuk + Burung terbang bisa ngomong. 
Please -_-"


Di bawah ini adalah beberapa ciri sinetron khas Indonesia yang kurang mendidik :
- Bercerita tentang seseorang yang penuh penderitaan lahir batin (lemah daya) dan bodoh karena mudah diperdaya berkali-kali.
- Ada tokoh antagonis yang sadis dengan akting yang berlebihan dan tidak wajar selayaknya penjahat normal.
- Biasanya bahagia di akhir cerita alias happy ending.
- Semakin tokohnya menderita penuh tangisan semakin bagus.
- Kadang kalau cerita habis, dibuat cerita tambahan yang terkadang terlihat maksa.
- Tokoh utamanya dipilih yang ganteng & cantik saja.
- Tidak sesuai dengan perilaku dan gaya hidup di daerah mana pun di Indonesia.
- Memperlihatkan dan mengumbar kemewahan duniawi.
- Kurang isi pesan atau makna positif di balik cerita.
- Cerita dibuat berseri dengan akhir yang ngambang supaya yang nonton jadi gemes dan penasaran.
- Cerita selanjutnya bersambung minggu depan terasa sangat lama sekali sehingga yang ketagihan nonton sering teringat terus.

Sebaiknya seseorang sama sekali menghindari sinetron berseri yang tidak mendidik karena hanya buang-buang waktu saja. Pilih tayangan televisi yang tidak bersambung dan bikin penasaran, karena yang demikian dapat memperbudak kita agar terus-menerus nonton sinetron itu tanpa boleh tidak nonton sekalipun. Sebaiknya tonton saja acara berita, dialog, lawak lepas, dan sebagainya yang tidak bersambung sehingga waktu yang ada bisa kita dedikasikan untuk keluarga tercinta atau kegiatan lain yang bermanfaat.

Jika semua orang kompak, maka sinetron sampah yang kurang mendidik akan musnah diganti dengan tayangan lain yang lebih memberi pengetahuan dan motivasi untuk hidup lebih baik namun tetap mengedepankan aspek hiburan. Para pembuat sinetron harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia butuh motivasi dan bimbingan untuk keluar dari krisis ekonomi dan moral sehingga meraka sewajarnya menciptakan sinetron yang dapat memperbaiki kondisi bangsa ini.

Dan jujur aku lagi tertarik sama stasiun tv NDTV (Chanel Inspirasi Keluarga Anda) tapi bukan sinetronnya (aku malah gak paham sinetronnya). Aku malah suka iklan-iklannya yang selalu aja ada kata-kata inspiring banget. Trus ada iklan yang ini juga, mengharukan :'(



Jadi intinya, kalo pengen acara TV nya laku kasih sinetron yang bermutu. Karena rakyat Indonesia sudah lebih cerdas dan pintar. That's it. Sekian. Terimakasih :)

03 June 2013

[Real] Saat Rasa Syukur Aku Kamu Mereka Berkurang...

Selamat malam teman teman, hari ini aku menulis tentang rasa yang kadang malah sering kita lupakan yaitu rasa syukur. Rasa syukur akan nikmat Allah yang berlimpah, padahal kita sebagai manusia sering lupa mengingat Allah, lupa mengingat rasa syukur dan arti nikmat yang diberikan-Nya. Tapi Allah sangat sayang kita, kita masih diberi kesempatan untuk hidup dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan. Setiap hari mungkin kita malah lebih banyak mengeluh daripada bersyukur, padahal syukur akan membuat hati kita tentram dan sebaliknya dengan mengeluh akan membuat hati kita semakin resah dan gelisah. Astaghfirullah aku banyak dosa ya Allah :'(

Kebanyakan diantara manusia menilai dan hinanya seseorang diukur dari jumlah harta yang dimiliki. Maka jika ada seseorang yang melimpah hartanya semua orang menganggap mulia derajatnya, dan sebaliknya. Tak peduli harta yang didapat adalah hasil dari perbuatan yang tidak terpuji. Dengan caranya mendapatkan uang seperti itu, dia lupa bila ada banyak orang di jalanan, di bawah kolong jembatan, di rumah kumuh sangat sulit banget cari sesuap makan. Bahkan ada seorang guru yang sudah mengabdi puluhan tahun hanya di gaji Rp.30.000 per bulan. Bayangkan aja kalo setiap orang hanya ingin menjadi guru hanya karena gajinya ?? Ya Allah :'(













07 April 2013

Dampak aku STRESSS !!

Akhir - akhir ini aku sering mengalami sakit punggung dan rambutku rontok buayaaak. Mungkin sekali sisir bangun tidur - pagi - siang - sore - malem bisa ngumpul kayak gulungan benang wol. Astaga, sampek rambutku sekarang tipis padahal dulu tebelnya minta ampun :'(

Setelah ditelaah lebih lanjut, aku kena gejala stress yang terbilang lumayan akut. Rasa sakit punggungku udah gak bisa tertahan lagi. Gak bisa duduk kalo gak ada penyangga atau sendenan nya. Setiap stres, sakitnya tambah parah banget. Udah di pijet + kretek punggung sana sini tetep aja kambuh, udah aku koyo juga tetep :'(

Gimana mau gak gejala stres, satu semester ini aku harus ikut kuliah 22 sks buat S.E (double degree) yang tugasnya tiap minggu tambah sulit ditambah ngerjain skripsi 1 semester yang S.Pd. Awalnya sih aku udah kuat - kuat aja, tapi gara - gara ada sakit punggung ini. Sakitnya luar biasa keterlaluan. Hiks hiks Huuuuaaaaa T.T

Kartun Kartun yang Ngangenin :')

Zaman dulu sekitar 15 tahun yang lalu, aku dan kita sering sekali dihibur dengan kartun - kartun yang lucu - lucu, terkadang gak dipungkiri kalo bangun terlalu pagi cuma karena gak pengen ketinggalan cerita kartunnya. Kadang juga nih, sampe hafal jadwal berurutan tayangan kartun dari setiap chanel TV swasta.
Tapi sekarang, yang ada cuma sinetron yang sama sekali gak bermutu (kebanyakan). Sinetron yang mengangkat cerita anak ketuker lah, perebutan warisan, perebutan tahta, jabatan, uang. Zzzzzzzz sama sekali gak menghibur, yang ada malah bikin stres dan ikutan emosi gak jelas -_- 
Berikut ini tontonan kartun yang paling aku suka (kalian juga pasti suka) dan aku tunggu setiap minggunya. Check this out :

1. Chibi Maruko Chan




Diangkat dari kisah sehari - sehari seorang anak 3 SD usia 9 tahun yang dikelilingi keluarga lengkap terdiri dari ayah, ibu, kakak, kakek dan nenek. Maruko selalu saja bertengakr sama kakaknya.

Selalu ada aja kisah konyol disini, tapi lucu + seru :D




























Sementara di sekolah, Maruko mempunyai banyak teman-teman yang memiliki sifat yang berbeda-beda, si ketua kelas Maruo yang terlalu terobsesi, si kepala bawang, si kaya raya Hanawa yang kalau ke sekolah diantar jemput limosin , dan sahabatnya Tamae yang selalu bersama Maruko.


19 March 2013

Cerah Pagiku bersama Alunan Al-Quran :')

Aku mulai terbangun saat ketiga jagoanku (kucing) si Entin, si Lemos dan si Willy mulai berteriak berusaha membangunkan seisi rumah. Dengan sigapnya aku membuka jendela dan beralih ke kamarku untuk menghidupkan TV. "Hari ini ada gosip pagi apa ya ?" renungku sambil kucek kucek mata , dan Kotak-Dimensiku menyambut dengan salah satu programnya yang bernama "Khazanah" dengan bertema "Kematian".

Begitu terlalu mengerikan kematian itu, dan pikiran - pikiran heningku itu memutari kepalaku. "Kapan aku meninggal ?" "Apa aku masuk kejamnya neraka atau sejuknya surga" "Saat aku di dalam kubur, apa yang aku lakukan". Astaghfirullahaladzim, sangat ambang dan sangat menakutkan.

Seketika itupun aku teringat pesan Papiku yang ingin didownloadkan Al-Quran beserta Terjemahannya (padahal udah lama pesennya). Langsung aku ambil laptop, caps cips cups browsing langsung download.

10 January 2013

Dia ... Si "Kesepian" di Balik Twitter dan Facebook

Zaman sekarang internet bukan hal yang tabu dan asing lagi bagi kita, apalagi kaum muda - mudi yang ingin selalu update tentang kehidupannya. Berawal dari friendster, facebook dan kemudian menjamah hingga twitter yang hanya mencakup 140 huruf. Yaaah... itulah akses media sosial yang dimana tempat sekedar melepas kepenatan, mengisi waktu luang serta pelarian saat dunia nyata sudah mulai agak membosankan. Relasi sosial tidak hanya sekedar dibangun melalui dunia nyata namun juga dapat dibangun di dunia maya sesuai tuntutan trend. Semua kehidupan di "sini" hanya dapat dikendalikan oleh jentikan tangan di keyboard laptop dan keypad handphone.

Pernah ditemukan, beberapa anak yang sengaja memasang status berlebihan di luar dari kenyataannya hanya sekedar untuk di komentari oleh user khalayak lain ataupun sekedar tanda "suka" / "like". 

Tapi pernahkah kalian sadari bahwa tumpah riuhnya segala macam status pada segala macam media social hanya menunjukkan bahwa jati diri kalian lebih sepi dari apa yang kamu update status kan. Eksis berlebihan lahir dari kehidupan seseorang yang sepi dan membutuhkan perhatian lebih walaupun perhatian hanya bersifat maya dan digital.

:)

09 January 2013

Moment "Negara" Bali

Kami memiliki kesempatan untuk menikmati liburan kami di bali tepatnya di kota Negara. Sekalian mengunjungi pernikahan saudara dekat di sana. Loyalitas kekeluargaan yang erat. Kita "take a picture" di salah satu kota karna bertepatan saat makan siang, jadi bisa disempatkan sedikit untuk "mengenang" di Situbondo.

And this's with my beloved brother Javier Giovani ♥ 








( It's Me ) Disuruh gaya ambil chery, padahal megang daun doank Hahaha (>˛<)


















Pose random ala Bu Tatik
 ("`▽´)-σ








01 January 2013

Semalam adalah "Habibie dan Ainun"

Sore hari itu aku hanya berharap, apa yang dilakukannya untuk menyenangkan aku di malam tahun baru ini. Apakah seperti tahun yang lalu, akhir tahun dimana aku hanya berdiam diri dirumah dan menghabiskan waktuku untuk menonton konser di layar kaca. Pantas aku berfikir demikian, karena latar belakangnya dia sama sekali tak suka aroma tahun baru. Aku mengerti, orang - orang bertumpah ruah di satu lokasi dan menimbulkan kemacetan sana - sini. Dia benci itu ... ! 

Bunyi sms pun berdering, ada seorang lelaki yang ingin mencoba menyenangkan aku hari itu. Pikirku, mungkin hanya sekedar jalan - jalan liat kembang api atau berkumpul bersama kawan - kawannya. Tapi tak apa, yang penting aku bisa merayakannya :)

Dia pun menjemputku satu jam lebih lambat dari waktu yang dijanjikan, hal ini lumrah karena malam tahun baru saat itu adalah malam yang terguyur hujan. Intinya HUJAN ... Dia menanyakan apa aku sudah makan atau belum, tanpa basa - basi dia mengajakku makan malam (18.30) . Tiba - tiba ia menyodorkan aku sebuah buku agenda kecilnya, dan aku disuruhnya membaca tulisan tangannya yang berceritakan tentang kebesaran cintanya padaku dan kebingungannya untuk mengajakku kemana tahun baru ini. Lembar pertama ... Lembar kedua ... Lembar ketiga ...

Ada tiket film "Habibie & Ainun"

Aku tersentak kaget antara tak percaya dan rasa kagum yang luar biasa pada pria ini. Tak biasa dia membuat kejutan seperti hari itu. Ketika aku bertanya, kenapa kau lakukan hal ini ? Dan kemana keromantisanmu dulu ? dengan tersenyum dia menjawab
Sebenarnya sisi romantis itu ada, namun sengaja aku sembunyikan. Karna aku menunggu seseorang yang layak menerima sisi ini dariku. Dan aku menemukannya, yaitu KAMU ...
Guratan senyum kecilku dan tetesan air mataku tak sanggup aku bendung. Bagi beberapa orang hal ini mungkin hal yang biasa dan memang menjadi kewajiban seorang laki - laki berkorban dan memberikan kejutan pada pasangannya. Tidak begitu dengan aku, dia bukan laki - laki yang biasa, sudah terlalu sering aku menyimpulkan sendiri bagaimana karakternya tapi memang beginilah. Ketika laki - laki mencintai wanita dengan jujur dan yakin, laki - laki akan melakukan apapun agar sekedar wanita itu tersenyum.

Tepat jam 20.00 sudah, kami telah menempati kursi yang kodenya tertulis di tiket. Film pun di putar. Sungguh indah film ini, sungguh mengagumkan sosok ainun itu. Dan tidak bermaksud menyamakan, sosok Habibie persis sekali dengan sosok priaku ini "Keras Kepala"  apalagi bila pandangannya tentang pendidikan atau tata cara hukum itu aku adu dengan opiniku (dia tak mau mengalah selagi menurutnya dia benar) namun tak sekeras kepala Habibie dan sosok Ainun persis sekali dengan aku "Lembut" , namun aku masih amat sangat jauh dari sosok "Ainun". 

Bagi yang belum nonton filmnya, berikut adalah trailernya :


27 December 2012

Rupanya,Kita Tak Saling Satu (Part II)

Sungguh terlalu kamu !
Akupun teriak dalam batinku, sudah kau koyakan hati ini hingga menjadi rapuh dan hancur. Masihkah kau perlu "penghargaan" dariku yang murni ini atas apa yang kau lakukan itu. 
Kamu  MUNAFIK ... !
Dari awal aku sudah menduga semua perlakuanmu kepadaku hanyalah pemanis yang kau buat agar aku nyaman bernaung satu tempat kerja denganmu. Entahlah, rasanya aku ingin keluar dari zona ini. Aku juga tak perlu berterimakasih atas kebaikanmu  justru aku berterimakasih atas kebusukanmu ini. Secara tak langsung kau membuka mataku bahwa seorang wanita mestilah berjaga - jaga menerima untaian kata manis dari seorang lelaki. Karna bagi mereka, masa pendekatan merupakan masa dimana mereka menggunakan topeng agar terlihat WOW di mata perempuan.

A : Baiklah kalau begitu, untuk apa aku tetap disisimu kalo kenyataannya seperti itu. Yang ada aku hanya sebagai bebanmu. Dan satu yang aku tahu, rasa rindu, cinta, yang menggebu - gebu dari dalam hatiku ini sudah tak bernilai di depanmu.
B : Itu statementmu, pernyataan dari yang kau simpulkan sendiri. Asal kau tahu, walaupun aku memulai dengan cara yang tak jujur dan terkesan munafik. Namun tak ada hasrat sedikitpun aku melukai perasaanmu. Aku ingin kamu bahagia, aku ingin kita bahagia sesuai harapan kita. Aku ingin kita menjadi pasangan sampurna. Aku memang tak sempurna sayang, tapi kau yang membuat kita sempurna. Sadarlah itu dari awal ....
A : Maafkan aku atas segala semua kekhilafanku yang tlah memilihmu. Seharusnya aku sadar memilihmu disaat aku berada di zona nyamanku (saat berada di dekatmu) itu adalah kesalahan. Karna mestinya aku sadar bahwa zona ini tidak berjalan lama. Begitu juga kisah kita, kisah ini terbimbing dari suatu keadaan dimana kita slalu bersama.
B : Lalu aku harus berbuat apa agar kau percaya bahwa cintaku ini nyata ? cintaku ini tulus padamu, bukan permainan yang bisa aku hentikan dan aku lanjutkan sesuka jidatku !!
A : Aku tahu ! aku tahu semua ini. Anggap saja ini semua bukan salahmu tapi salahku yang jarang mengerti keadaan dan situasimu. Aku hanya butuh perhatian dan kasih sayang darimu yang berlebih. Aku tak minta apapun. Aku pikir, kamu sudah memahamiku.
B : Kamu minta aku memahamimu saat aku juga butuh pengertian dan rasa sabarmu. Tolong jangan tinggalkan aku.
A : Semua perasaan yang berlebihan ini sudah berada di luar batas aku dan di luar kemampuan aku. Lebih baik kau mencari pendamping yang layak untukmu, yang bisa kamu harapkan dan kamu banggakan. Maaf lebih baik kita akhiri perjalanan ini, aku lelah.
B : Baiklah jika keinginanmu seperti itu, tapi apabila suatu saat nanti aku punya waktu longgar di luar kesibukanku entar 2 - 3 bulan kemudian. Bolehkah aku memasuki kehidupanmu lagi ?
A : Boleh, namun tak berlebih. Sosokmu hanya membuatku sakit hati. Seharusnya kau mengerti posisimu setelah semua ini berakhir.
B : Baiklah, semoga kita bisa saling bahagia dengan atau tanpa kita nanti bertemu. Dan aku harap, saat kita bertemu nanti kita sudah bisa mengendalikan perasaan kita masing - masing.
A : Tentu ! Aku berharap ada kebaikan yang lebih untukku setelah semua ini berakhir
B : Terimakasih atas semua, jangan lupakan cinta singkat kita ini.
A : Tak akan, dan tak akan pernah  ...


"Kita memiliki perbedaan yang sama sekali tak dapat disatukan, entah itu jarak yang terpisah atau kurangnya saling memahami. Namun satu yang membuatku bahagia, dengan pernah adanya kamu disisiku. Itu mengingatkanku bahwa kamu adalah kesalahan singkat terbodoh yang memiliki kesan manis dan pahit"



*END*
 

24 December 2012

Ketika Toleransi Diukur dari Ucapan "Selamat Natal"


NATAL akan segera tiba, di pusat perbelanjaan dan mal besar, atribut pohon cemara dan pernak-pernik berwarna merah, terlihat gamblang sana - sini. Agak memprihatinkan karena ada pula teman - teman muslim yang ikut menyemarakkan. Dalam ranah toleransi masyarakat urban modern, hal demikian lumrah adanya.

“Toh teman Kristiani juga tidak segan mengucapkan dan ikut menyemarakkan lebaran. Kenapa umat muslim perlu ragu untuk mengucapkan hal yang sama di hari raya kita?” Begitu barangkali suara dari teman Kristiani. Hal ini menyeret semuanya untuk berpikir adil dan tak adil, toleran dan tidak toleran.

Dalam dunia hiburan misalnya. Ketika grup vokal Warna dengan lima anggota itu menyanyikan lagu Islami untuk menyambut bulan Suci Ramadhan, dua anggota yang Kristiani juga ikut menyanyikan lagu muslim. Namun ketika menyambut Natal, tiga rekan muslim lain tidak ikut menyanyi. Dalam hal ini barangkali Nina CS (saat itu Warna belum bubar) mampu memberi pemahaman tentang bagaimana aturan Islam itu sendiri pada dua temannya yang nonmuslim.

Sementara untuk pengucapan selamat hari Lebaran itu sendiri, sudah mungkin tentu teman Kristiani tak ragu mengucapkannya. Toh setahu saya, aturan mereka ‘melarang ucapan selamat pada lain keyakinan, tidak ada’. Namun ada pula yang menggelitik hati dan sanubari yakni ketika Vj Daniel dan Miss Agnes yang kalau tidak salah membintangi iklan sepeda motor, tidak secara eksplisit mengucapkan selamat hari Raya Lebaran. Mungkin di sana, mereka sedang menunjukkan ‘keadilan’.

“Masa ngucapin selamat Natal aja mereka ogah, ngapain sih kita juga perlu ngucapin pas mereka lebaran?” Mungkin begitu pikiran beberapa teman Kristiani. Tenang, ini dugaan kok. Bicara beginian emang sensitif.

Kasus seperti ini kemudian menjadi sejenis ketegangan. Apalagi kalau dipahami beberapa ‘orang tertentu’. Misalnya pembaca muda yang alay. Ada pula yang bertegang-tegang ria karena lain agama, lain pula pemahaman. Dan kita sebagai muslim, harus bisa menjelaskan.
Yah, agak ‘berat’ kalau yang Kristiani ini meminta penjelasan detail. Sebab saya pribadi, memang harus kembali pustaka internet untuk ‘mengingat kembali’. Tapi ‘ajaran’ untuk tidak mengucapkan selamat hari raya kepada umat lain memang sudah familiar sejak saya masih bocah. Baik saat mengikuti pengajian, ceramah saat pesantren kilat, atau kutbah Jumat.

Meski demikian. banyak pula ulama yang berbeda pendapat. Mereka berkata, ucapan saja toh tidak akan membuat seseorang menjadi mualaf/murtad/keluar dari agama. Tapi sebagian besar meyakini bahwa mengucapkan berarti merayakan, ikut ‘bersenang-senang’ dengan hari raya orang lain.



28 November 2012

Sahabat Liar, Begitu Sebutan Kita ...

"Tampan dan Santun"

Begitu caraku menilaimu pertama kali ... 


Pagi hingga siang aku disuguhi oleh pemandangan kawan - kawan baru yang berasal dari berbagai "kawasan" . Tatanan wajah yang berbeda - beda yang tak pernah aku temui sebelumnya. Sampai pada akhirnya, aku memandangimu dengan senyuman seraya aku berkata dalam hati "Sepertinya, Kamu Anak Baik".

Dengan perbedaan agama yang jelas - jelas nyata, kita saling menghargai dan berusaha masuk dalam dunia masing - masing. Tanpa sengaja kita saling menemukan jati diri kita walaupun hanya dimulai dengan senyuman singkat.

Caraku menilaimu terlalalu jauh, kawan ! Dan pada saatnya kau mulai membuka dirimu di depan bola mataku dan melebarkan telingaku untuk mendengar setiap keluh kesahmu. Tak ada perubahan pada penilaian awalku tentangmu dan ternyata memang "Kamu Anak Baik"

Cerita demi cerita kita lontarkan dengan semangat, kau mendengarkan setiap kata demi kata yang aku adukan padamu dan kau mendengarkannya dengan bijaksana, begitupun aku. Kita saling cocok, saling memahami, dan kita sama - sama akui itu tetapi anehnya kita sama sekali tak ada sedikitpun perasaan cinta dan berusaha saling memiliki satu sama lain. 



Ini Aneh ... Namun Nyata ..
Sebenarnya tak ada yang aneh dalam berkawan, tetapi ketampananmu itu nyata. Aku yakin, semua wanita di luar sana ingin menggantikan posisiku sebagai kawanmu. Diantara persahabatan kita aku mendapatkan satu hal yang mengagumkan. Kita sama - sama berkomitmen untuk menjadi sahabat selamanya dengan segala kekurangan dan kelebihan tanpa memandang kita tlah ada yang memiliki.

Persahabatan yang begitu nyata dan dalam ini sungguh tak akan kulupakan, sampai kapanpun dan apapun keadaannya. Sebegitu dekat kita sehingga kita menjuluki hubungan ini dengan sebutan "SAHABAT LIAR"

Begitu Liar kita saling memahami, begitu liar kita saling mensuport, begitu liar persahabatan ini hingga akupun tak tahu bagaimana cara memisahkannya. Seliar - liarnya kita, batasan itu tetap akan selalu ada dan menjadi pagar bagi kita mengingat perlindungan dari pendampingku dan pendampingmu yang sulit memahami arti persahabatan kita.

Dalam doa ku aku selalu selipkan namamu agar kau selalu bahagia. Kita selalu bahagia dan tak kan saling melupakan. Tetap berimajinasi liar dan tetap rekat.

For You
Sahabat Liarku :)

26 November 2012

Rupanya, Kita Tak Saling Satu (Part I)

Ini bukan pertama kalinya, aku meneteskan air mata akibat kesepian. Sudah beberapa bulan ini, suasana kamar kosku tidak senyaman dulu lagi. Entah mengapa sosokmu selalu berada di sana, di depan kosku, berdiam dengan seluruh cintamu yang tak bisa kau utarakan. Ini bukan hal yang baru bagiku, duduk berjam - jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu. Kekosongan dan kehampaan sudah berganti - ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan. Karena jika aku terbawa emosi, aku bisa mati iseng sendiri.

Tentu saja, kamu tak merasakan apa yang aku rasakan. Karena pada kenyataannya kau memiliki segudang kesibukan yang tak aku miliki disini. Aku hanya bisa terlilit oleh kerinduan yang tanpa sengaja kamu ciptakan sendiri. Jarak kita tidak terlalu jauh bila disimak dan diukur, jarak kita tidak terlalu bermasalah bila kamu memiliki rasa cinta yang berlebihan seperti aku. Aku tenggelam dalam kekalutanku sendiri, sayangnya kamu tidak merasakan hal ini. Salahkah aku bila terlalu mencintaimu ? Salahkah aku bila aku menuntun kehidupanmu ke arah yang lebih baik ?

A : Sekilas saja aku pandang foto kita berdua yang tersenyum itu, apa senyum itu masih ada? Terutama di saat seperti ini ? Kau sibuk. Aku mendengar suara yang sama, namun aku merasa ada sesuatu yang berbeda, kau nampak asal-asalan menanggapiku. Kau lelah ? Bagaimana aku ?
B : Aku bukan tak menganggapmu, tapi mengertilah lebih lagi tentang kita, aku sibuk demi kita yang berisikan aku dan kamu.
A : Sibuk ? Tak ada waktu sedikitpun ? Hanya sekedar sebentar saja untuk membuatku lebih tenang dari biasa. Aku tak menuntut semua waktumu.
B : Kau memang tak menuntut semua waktuku, tapi pekalah terhadap apa yang aku lakukan di sini, sudah waktunya dewasa untuk mengerti.
A : Dewasa? Diam dan tak banyak mengeluh? Itu maksudmu? Jauh-jauh saja dari ponselmu. Tak apa, aku kuat kan katamu. Peka dan perhatikan rinduku. Tak ada waktu untuk itu?
B : Dewasa yang ada dalam benakmu itu terlalu sulit untuk dilakukan, hanya ada pada setelah kita membaik. Dan peka yang ada pada dirimu adalah hal yang menyulitkan dirimu, sulit untuk mengatakannya, kamu masih terlalu childish. ah.
A : Tapi sepertinya tak ada aku melihatmu berusaha untuk memperbaiki segalanya. Kau justru menambah kesibukanmu terus dan terus. Kekanakan ? Salah jika aku rindu ?
B : Aku tak menyalahkan rindumu, aku tak menyalahkan siapa-siapa, buat kita semakin membaik, jangan rindumu yang mempersulit kita.
A : Lalu buat aku merasa bahwa kau juga berusaha dan tak membiarkanku seakan aku berusaha sendirian, dulu kau sempat, sekarang? Ah
B : Jangan semakin memperburuk keadaan, kita sudah jauh. jangan buat kita semakin jauh untuk mengenal kita. kita sedang berusaha.
A : Ingatkah kamu, saat kau mengejar cintaku ? Seakan - akan kau membuat duniaku layaknya surga. Kau selalu mengikuti kegiatanku setiap harinya. Kau selalu mengingatkanku bila aku terlupa sedikit saja tentang waktu makanku, waktu sholatku, waktu mandiku. Dan sekarang apa ??? 

B : Aku ingat tentang semua perlakuanku padamu. Namun jujur, itu bukan aku yang sebenarnya. Jangan ungkit masa lalu yang masanya telah berbeda. Cintaku tetap kuat padamu, aku tetap ingin bersamamu.

A : Apa ? Itu bukan kamu yang sebenarnya ? Kenapa kau harus memakai topeng untuk menarik perasaanku. Dan apa maksudmu dengan masa yang berbeda ? Apa karna dulu kau nganggur oleh karena itu kamu mengejarku, dan sekarang kamu sibuk sehingga kamu bertingkah seperti ini ? Tolong kau semakin menyiksaku ???

B : Aku tak pernah memakai topeng, hanya saja kau tidak pernah merasakan bagaimana aku mencintaimu di sela kesibukanku. Satu hal yang perlu kamu tahu, aku tidak seegois dirimu yang tiba - tiba memutuskan hubungan kita hanya karena rindumu terlalu mendalam
A : Jadi sekarang kau salahkan aku lagi ? Aku hanya minta perhatian darimu seperti dulu lagi. Aku tahu masa ini berbeda. Tapi tidak bisakah kau tetap mencintaiku sebesar dulu lagi ? Aku yakin prosentase cintamu ke aku tidak sebesar dulu lagi. Iya kan ?

B : Memang
A : Berapa persen kamu cinta aku ?

B : Hanya 60 %
A : Begitu ? Lebih dari setengah hatimu milikku. Dengan prosentase seperti itu apakah aku masih bisa jadi motivasimu lagi ?

B : Kamu tetap menjadi motivasiku tapi maafkan aku apabila motivasiku tidak sekeras dulu lagi.
A : Baiklah kalau begitu, untuk apa aku tetap disisimu kalo kenyataannya seperti itu. Yang ada aku hanya sebagai bebanmu. Dan satu yang aku tahu, rasa rindu, cinta, yang menggebu - gebu dari dalam hatiku ini sudah tak bernilai di depanmu.



*bersambung*